177 Peluru dan Detonator di Bawah Dermaga Ketapang, Ulah Teroris?

0
156
Danlanal Letkol Laut (P) Suhartaya, menunjukkan barang bukti peluru dan detonator di markas Lanal Banyuwangi.

BANYUWANGI – Kawasan pelabuhan ASDP Ketapang heboh kemarin. Sebanyak 177 butir peluru aktif dan sebuah detonator ditemukan di bawah dermaga pelabuhan yang menghubungkan Jawa-Bali tersebut. Peluru yang sudah berkarat tersebut diduga dibuang oleh pemiliknya karena khawatir terendus aparat.

Polisi dan TNI AL masih menelusuri untuk kepentingan apa peluru dan detonator tersebut dibuang ke bawah dermaga. Bisa jadi sang pemilik hendak membawanya ke Bali untuk aksi teror. Melihat ketatnya penjagaan di pintu masuk menuju Bali, peluru dan detonator bom tersebut akhirnya ditenggelamkan di bawah dermaga ponton dengan kedalaman dua meter.

Penemuan peluru yang masih aktif tersebut berawal saat anggota Pangkalan TNI- AL (Lanal) Banyuwangi Kopka Badius, sedang melaksanakan patroli rutin di dermaga ponton PT ASDP Ketapang.

Operasi rutin tersebut menggunakan perahu karet, Rabu lalu (20/12). Karena air laut sedang surut, Badius curiga dengan kardus yang tenggelam di dasar laut.

Kemudian salah satu anggota TNI-AL tersebut mengambil kardus yang tenggelam itu. Saat diangkat ke permukaan, ditemukan sejumlah peluru aktif yang dibungkus dengan kantong plastik hitam.

“Saya langsung melaporkan temuan peluru tersebut kepada Komandan Regu (Danru) Peltu Martin. Selanjutnya, barang temuan tersebut langsung diamankan ke Lanal Banyuwangi,” kata Badius.

Komandan Lanal (Danlanal) Banyuwangi Letkol Laut (P) Suhartaya mengatakan, pihaknya masih menyelidiki temuan peluru tersebut. Menurut Suhartaya, ratusan peluru tersebut diduga sengaja dilempar ke laut oleh salah seorang penumpang Kapal Motor Penumpang (KMP).

“Karena takut diperiksa oleh pihak keamanan pelabuhan, kemungkinan besar pelaku membuang peluru dan detonator itu ke bawah dermaga,” ujarnya.

Untuk detonator yang berjumlah satu unit masih diperiksa lebih lanjut. Apakah benar itu detonator bom atau bukan, Lanal masih terus menyelidiki bersama aparat kepolisian. Rangkaian detonator mirip dengan pemicu bom ditemukan bersamaan dalam satu kantong plastik dengan peluru itu.

“Diduga pelaku termasuk mafia teroris yang menebar ancaman saat perayaan Natal dan Tahun Baru 2018,” ucap perwira asal Boyolali itu. Untuk pengamanan, lanjut Suhartaya, Lanal Banyuwangi di bawah koordinasi Polres siap mengamankan perayaan Nataru.

Pihaknya berharap tidak ada kekacauan dalam perayaan itu. “Kami akan lakukan patroli ketat di area Selat Bali agar ancaman terorisme dapat dihindari lebih dini,” tandas Suhartaya.(radar)

Loading...