2018 Ditargetkan Program Smart Kampung Merata Diseluruh Desa

0
1225
Bupati Banyuwangi, Abdullah Aswar Anas bersama ketua Askab, Agus Tarmidzi dalam acara Evaluasi dan Konsolidasi Smart Kampung di desa Kaligondo.

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas terus memastikan program Smart Kampung berjalan dengan baik di semua desa di Banyuwangi. Dia meyakini lewat program ini semua desa bisa memberikan pelayanan publik yang terbaik bagi warganya.

Ini disampaikan Bupati Anas saat evaluasi dan konsolidasi Smart Kampung bersama seluruh Kepala Desa se-Banyuwangi di Balai Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, Senin (8/1).

“Dari 217 desa/kelurahan di Banyuwangi, ada yang program Smart Kampung-nya sudah berjalan dengan baik namun masih ada yang belum maksimal,” ujar Bupati Anas.

Sehingga Dia berharap, semua kades bisa melakukan langkah-langkah terukur untuk memaksimalkan program Smart Kampung di desanya masing-masing.

“Pemkab Banyuwangi telah mengevaluasi pelaksanaan Smart Kampung,” kata Bupati Anas.

Hasilnya, ada 95 desa (44%) berada pada tahap kategori “maju” untuk pelaksanaan Smart Kampung, 98 desa (45%) tahap “berkembang”, dan sisanya 24 desa (11%) dalam tahap “kurang”.

Di hadapan para Kades Bupati Anas menyampaikan, saat ini masih tersisa 11% yang masuk kategori kurang dan harus bisa naik menjadi kategori berkembang dengan dibutuhkan gotong royong bersama untuk mengembangkannya.

“Smart Kampung adalah program pengembangan desa dari berbagai sektor dengan bantuan teknologi informasi (TI),” ungkap Bupati Anas.

Ada tujuh kriteria ”Smart Kampung”, yaitu pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi, pelayanan kesehatan, pengembangan pendidikan dan seni-budaya, peningkatan SDM, pengentasan kemiskinan, dan melek informasi hukum yang semuanya ditopang TI.

“Bagi desa yang masuk kriteria maju Smart Kampung-nya apabila ketujuh indikator tersebut dipenuhi dengan maksimal. Lewat program Smart Kampung, sejumlah pelayanan publik bisa dilakukan cukup di level desa,” tutur Bupati Anas.

Misalnya pengurusan Surat Pernyataan Miskin (SPM) untuk akses pelayanan kesehatan yang dulunya warga mengurus hingga ke kantor kabupaten, kini cukup diurus di desa saja. Proses surat keterangan yang dulu memakan waktu berhari-hari, kini lebih singkat hanya beberapa jam saja.

“Selain itu, kantor-kantor desa menjadi pusat beragam aktivitas publik, mulai dari kesenian hingga pendidikan,” imbuhnya.

Lebih lanjut Bupati Anas mengatakan, Smart Kampung ini juga di nilai sebagai media pihaknya untuk memicu desa lebih kreatif. Kini di desa-desa telah banyak program inovatif, misalkan ambulans desa, warung untuk warga miskin, bedah rumah warga miskin yang dibiayai desa, hingga antusiasme desa untuk menggelar tradisi dan menggarap potensi desanya sebagai atraksi dan destinasi wisata.

Ketua Asosiasi Kepala Desa Banyuwangi (ASKAB) Agus Tarmizi mengaku terus mendukung program Smart Kampung, dan meminta sejawatnya yang belum memaksimalkan program Smart Kampung bisa mengejar ketertinggalannya. Pasalnya, Smart Kampung ini dinilai sangat membantu pihaknya untuk memberikan pelayanan publik yang terbaik bagi warga.

“Hasilnya, sudah banyak warga yang sudah merasakan manfaatnya. Bahkan sudah banyak desa yang membuka pelayanan malam hari,” ujar Agus.

Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Zen Kostolani menambahkan semua desa di Banyuwangi saat ini telah menerapkan Smart Kampung.

“Untuk 24 desa yang masih kurang di antaranya karena beberapa kendala seperti terbatasnya sambungan internet akibat belum teraliri fiber optic,” ungkap Zen.

Dia menargetkan, tahun ini semua desa sudah teraliri fiber optic.

Loading...