Awal Puasa, Transaksi Burung Tetap Marak

0
544
Ilustrasi Pasar Burung.

BANYUWANGI – Peminat burung di Banyuwangi terbilang banyak. Di bulan Ramadan ini, pembeli tetap konsisten kunjungi pasar burung Pujasera, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, kemarin (1/6).

Transaksi burung juga relatif stabil. Pedagang burung bisa menjual 15 ekor burung dalam sehari di pasar tersebut. Pembeli tidak hanya menyasar burung untuk lomba atau kontes. Banyak juga pembeli yang bertransaksi untuk koleksi kicauan burung di rumah.

Seorang pedagang burung di pasar Pujasera, Joko Slamet, 32 mengatakan, transaksi burung di tempat tersebut tak terpengaruh puasa. Pada hari biasa maupun memasuki masa Ramadan, kata dia, transaksi tetap sama.

Loading...

“Sami mawon. Memang pasarnya seperti ini,” ujar Joko kemarin.  Dibanding pedagang yang lain, Joko mengaku dagangan burung koleksinya cukup memadati sepetak ruko di tengah pasar burung Pujasera.

Berbagai jenis burung dia jual seperti cucak ijo, love bird, trocok, parkit, jalak, punglor, merpati, dan masih banyak lagi.  Dalam sehari, Joko bisa menjual sampai 15 ekor burung. Harga jual burung cukup variatif. Hasilnya sampai tidak bisa dipastikan.

“Cukup, Alhamdulillah. Tidak bisa diutarakan dengan nilai. Burung besar hasilnya besar, burung kecil hasil juga kecil,” ungkapnya kemarin. Joko menambahkan, pemasok burung kebanyakan dari Banyuwangi lokal. Ada juga kiriman burung dari kota Sragen, Surabaya, Malang, dan Bali.

Selain itu, Joko juga menjual luwak. Untuk anakan luwak terjual dengan harga Rp 200 ribu per ekor.  Pedagang lainnya, Jumin, 54, mengaku lebih senang menjual merpati. Karena merpati yang kualitasnya bagus bisa dijual sampai ratusan ribu rupiah.

Tak heran jika dalam sehari, dirinya meraup omzet sampai Rp 5 juta. Untuk hari-hari biasa dirinya berdagang mulai pagi sampai pukul 17.00. “Kalau Ramadan, jam empat saya sudah tutup,” ujarnya. (radar)

loading...


Kata kunci yang digunakan :