Borong Kalpataru dan Adipura

0
184
(dari kiri) Kasek SMAN 1 Giri Mujib, Bupati Abdullah Azwar Anas, Ketua KNSB Ikhwan Arif, Kepala SDN 4 Penganjuran Setyaningsih, Kepala SDN 2 Tampo Supriyono, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi Husnul Chotimah di Jakarta, kemarin.

Banyuwangi Juga  Raih Adiwiyata Mandiri

BANYUWANGI – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Banyuwangi. Kali ini, kabupaten berjuluk The Sunrise of Java ini berhasil memborong penghargaan tiga sekaligus, yakni Adipura, Kalpataru,  dan Adiwiyata Mandiri.

Adipura adalah sebuah penghargaan bagi kota di Indonesia yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan. Kalpataru merupakan penghargaan atas jasanya dalam melestarikan lingkungan hidup.

Sementara, penghargaan Adiwiyata adalah sekolah yang peduli lingkungan yang sehat, bersih, serta lingkungan yang indah. Untuk piala Adipura, Banyuwangi sudah yang kelima kalinya. Tahun 2016 lalu, Banyuwangi di bawah kepemimpinan Bupati  Abdullah Azwar Anas meraih piala Adipura Buana.

Selain membawa pulang penghargaan Piala Adipura. Kabupaten ujung timur pulau Jawa ini juga membawa pulang penghargaan Adiwiyata Mandiri. Penghargaan  tersebut diterima langsung oleh Kepala SMAN 1 Giri, Mujib; Kepala SDN 4 Penganjuran, Setyaningsih; dan Kepala SDN 2 Tampo, Kecamatan Cluring, Supriyono.

“Penyerahan piala Adipura dan Adiwiayat Mandiri baru diserahkan malam ini (tadi malam),” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi Husnul Chotimah dihubungi  melalui telepon selulernya, tadi malam.

Menurut Husnul, penyerahan piala Adipura tersebut diserahkan oleh Menteri LHK Siti Nurbaya  kepada Bupati Abdullah Azwar Anas di Gedung Auditorium  Manggala Wana Bakti, Jakarta. Penghargaan lainnya juga diterima Kelompok Nelayan Samudra Bakti (KNSB), Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo yang memperoleh penghargaan Kalpataru Kategori Penyelamat Lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Penghargaan diserahkan Menteri LHK Siti Nurbaya kepada ketua  KNSB Ikhwan Arief pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup 2017 di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, kemarin (2/8). Penghargaan Kalpataru kategori  penyelamat lingkungan diberikan kepada kelompok masyarakat baik formal maupun informal  yang berhasil melakukan upaya  pelestarian fungsi lingkungan  hidup atau pencegahan kerusakan.

Loading...

“Kami sangat bersyukur, langkah yang kami lakukan endapatkan apresiasi dari  Presiden. Ini jadi penyemangat bagi kami untuk terus melakukan yang terbaik,” kata Ikhwan usai menerima penghargaan.

Kelompok Nelayan Samudra Bakti sejak tahun 2008 menjadi pelopor konvervasi laut. Kelompok nelayan itu memperbaiki  ekosistem laut dengan mengubah perilaku dan budaya tangkap ikan para nelayan. Saat ini, kawasan perairan Pantai Bangsring yang menjadi basis kelompok nelayan itu telah menjadi salah  satu destinasi wisata favorit di Banyuwangi.

“Kami mengubah perilaku dalam menangkap ikan, tadinya menggunakan potasium atau bom ikan menjadi lebih ramah lingkungan. Awalnya banyak yang menentang, tapi kami tidak  menyerah. Kami juga menetapkan area konservasi laut seluas 15 Km di mana di area ini tidak boleh ada aktivitas penangkapan ikan,” beber Arief.

Pada 2014, mereka mendapatkan bantuan rumah apung dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Rumah Apung itu kini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Di rumah apung tersebut, para wisatawan bisa diving, snorkeling, atau sekadar bermain dengan ikan-ikan hias  yang ada di sana.

Nelayan setempat juga menyewakan perahu bagi wisatawan yang hendak menyeberang ke Pulau Tabuhan, sebuah pulau tak berpenghuni yang menawarkan pasir putih bersih dengan kekayaan biota laut yang menawan.

Pemkab Banyuwangi pun mendukung penuh pengembangan destinasi wisata “Bangsring Underwater”. Promosi-promosi dilakukan, termasuk melalui festival. Tamu-tamu kehormatan dari ketua Mahkamah Agung, menteri, anggota DPR, hingga kepala daerah dari berbagai  kabupaten/kota di Indonesia   diajak mengunjungi destinasi tersebut. Infrastruktur akses ke lokasi juga akan dibenahi secara   bertahap.

“Setiap bulan wisatawan yang datang sebanyak 30 sampai 70 ribu orang. Otomatis, pendapatan nelayan meningkat karena mendapatkan dua penghasilan, baik dari menangkap ikan di laut maupun wisata,” imbuh Ikhwan.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, yang turut hadir dalam acara pemberian penghargaan, berterima kasih kepada  para nelayan yang telah memberikan sumbangsih nyata terhadap masyarakat Banyuwangi.

“Ini adalah bentuk partisipasi rakyat dalam memajukan daerah. Apalah arti pemerintah tanpa peran masyarakat. Semoga penghargaan ini menjadi inspirasi bagi kelompok masyarakat lainnya untuk bersama-sama berkontribusi bagi Banyuwangi,” terang   Anas.

Sesuai agenda, tiga penghargaan yang mengangkat nama Banyuwangi di kancah nasional itu akan dikirab. Agenda kirab pada Jumat pagi besok (4/8). Rombongan Bupati Anas dan para penerima penghargaan naik  pesawat terbang dari Bandara  Internasional Soekarno-Hatta  menuju Bandara Blimbingsari.

Dari Blimbingsari, rombongan akan dikirab naik mobil dengan melewati jalan-jalan protokol Banyuwangi. (radar)

loading...


Kata kunci yang digunakan :