Home / Pariwisata / Burung Cinta yang Romantis
  

Burung Cinta yang Romantis

burungloveSELAMA tiga tahun te rakhir, lovebird (burung cinta) termasuk salah satu burung primadona di Bumi Blambangan. Para pencinta burung kini banyak yang memburu burung jenis tersebut karena bulunya indah dan warna-warninya menawan. Tingkahnya juga lucu, menggemaskan, sekaligus romantis. Mencari burung ini pun tidak terlalu sulit. Hampir di semua pasar burung di Bumi Blambangan ada. Meski lovebird termasuk burung impor, tapi para pencinta burung sudah banyak yang berhasil mengembangbiakkan.

Pencinta burung yang mencari lovebird biasanya terkesan dengan warnanya. Burung ini menyuguhkan bulu yang eksotik. Selain itu, ada juga yang suka kemerduan kicaunya. “Lovebird banyak di ca ri orang,” cetus Osok, 58, salah satu penjual burung di Pecinan, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi. Osok menolak mengungkap berapa lovebird yang berhasil di jual tiap hari. Yang jelas, selama 2012 hingga awal 2013, burung terkecil di keluarga kakak tua itu laris-manis. “Tiap hari yang menanyakan lovebird selalu ada. Burung ini jenisnya banyak,” katanya.

Lelaki yang sudah belasan tahun menggeluti dunia burung itu mengaku, lovebird yang paling banyak dicari pelanggan adalah jenis lutino. Jenis ini banyak dicari karena war nanya ngejreng. “Usia tiga hingga empat bulan harganya sekitar Rp 4 juta per ekor,” ujar warga Jalan MT. Hariyono, Banyuwangi, ini. Loverbird lain yang kini juga di gandrungi warga, jelas dia, adalah jenis pastel. Lovebird jenis pastel banyak jenisnya, seperti pastel hijau, kuning, dan putih. Harga lovebird jenis ini lebih murah dibanding lutino. “Lovebird pastel harganya Rp 1,5 juta per ekor,” katanya.

Menurut Osok, ada dua jenis love bird lain yang juga banyak dicari orang dengan harga lebih murah, yaitu lovebird hijau dan dakocan. Usia empat bulan, harga burung jenis ini berkisar Rp 500 ribu per ekor. “Harga love bird memang relatif mahal,” cetusnya. Setia Eka Permana mengaku pernah menjual lovebird jenis lutino seharga Rp 9 juta. Harga itu, sebenarnya masih cukup murah. “Usia delapan bu lan saya jual Rp 9 juta,” terang penjual burung asal Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi, itu. Eka menyebut, lovebird yang banyak digandrungi warga Banyuwangi adalah jenis lutino dan pastel. Peminat lovebird hijau dan dakocan juga cukup banyak. “Dakocan dan hijau itu murah tapi warnanya juga bagus,” ungkapnya.

PERAWATANNYA MUDAH

MEMELIHARA lovebird ternyata tidak terlalu sulit. Apalagi, burung jenis ini sangat mudah beradaptasi dengan lingkungan. Lantaran mudah beradaptasi ,maka lovebird sangat mudah dijinakkan. “Mudah sekali memelihara lovebird,” cetus Ahmad Kusyairi, pen cinta lovebird yang tinggal di Jalan Mawar, Kelurahan Panataban, Kecamatan Giri, Banyuwangi. Menurut Kusyairi, memelihara “burung cinta” ini sebenarnya tidak berbeda dengan burung jenis lain. Hanya, lovebird lebih menyukai lingkungan yang sejuk. “Jangan terlalu lama kena pa nas, karena lovebird suka hawa sejuk,” katanya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi.

Kusyairi menyebut, lovebird piaraan sebaiknya tidak diberi makanan yang mengandung lemak. Sebab, ruang gerak di kan dang ter batas dibanding di alam bebas. “Jika lovebird terlalu gemuk, biasanya malas gerak dan malas berkicau,” terang nya. Untuk menjaga keseimbangan, lovebird harus rutin di beri sayuran segar, seperti kangkung, bayam, brokoli,toge, dan jagung. Selain itu, lebih baik di beri buah-buahan, seperti pa paya, pisang, dan apel, dua hingga tiga kali seminggu. Agar nggacornya enak, kasih jagung muda,” cetusnya.

SIMBOL KESETIAAN KEPADA PASANGAN

BURUNG cinta alias lovebird mu lanya hanya dikenal sebagai burung piaraan. Bulunya menawan karena penuh warna, sehingga cukup bagus untuk hi asan di rumah. Tetapi, saat ini lovebird sudah banyak dicari karena kicaunya cukup indah. Burung jenis ini kini juga sering dilombakan. Ada perbedaan lovebird de ngan burung pada umumnya. Lovebird dikenal monogami. Burung ini, ternyata juga setia ke pada pasangannya dalam wak tu cukup lama. “Lovebird termasuk burung yang suka bercinta,” cetus Setia Eka Permana, pemilik penangkaran love bird asal Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi.

Menurut Eka, mengembangbiakkan lovebird termasuk cukup mudah. Setelah telurnya menetas, beberapa hari lagi akan bertelur lagi. “Bila anaknya yang baru menetas itu dipisah, lovebird akan segera bercinta lagi dan lima hari kemudian akan bertelur lagi,” katanya. Selain  setia kepada pasangan, lovebird termasuk burung sosial yang suka hidup berkelompok. Sifat suka  Serkelompok itu sering disimbolkan sebagai kerukunan dalam berpasangan. (RADAR)

Kabar Terkini Seputar Banyuwangi

↑ Grab this Headline Animator

Kata kunci yang digunakan :

Komentar Anda

About sidekick

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top
Sudah Baca Ini ..?close