BWI Selatan Rawan Puting Beliung

0
75
Deretan perahu nelayan parkir di dermaga Pelabuhan Muncar, Banyuwangi, kemarin.

BANYUWANGI – Seharian kemarin, wilayah Banyuwangi Selatan dinaungi awan hitam. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan karena bencana masih saja mengintai saat hujan melanda. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi  menyebutkan, kondisi cuaca ekstrem seperti ini lebih disebabkan adanya gangguan di wilayah  selatan Pulau Jawa.

Prakirawan BMKG Banyuwangi, Anjar Triono Hadi menjelaskan, hujan yang kerap melanda  wilayah Banyuwangi ini lebih disebabkan adanya pusat tekanan rendah di perairan yang ada di selatan Pulau Jawa. Adanya pusat tekanan rendah  itu membuat angin yang berembus lebih cenderung menuju ke tekanan rendah.

”Ada gangguan sejak awal April lalu. Itu yang membuat kondisi di sini cenderung hujan disertai angin kencang,” jelasnya. Dari pantauan radar BMKG, gangguan pusat tekanan  rendah itu masih akan terus berpotensi terjadi hingga  dua hari ke depan. Jika pusat tekanan rendah itu  tidak kunjung hilang, tentu saja kondisi cuaca di wilayah Banyuwangi masih cenderung hujan dengan  kecepatan angin yang cukup tinggi.

Loading...

”Waspada terus. Hujan dengan angin kencang masih terus terjadi baik pagi, siang atau malam hari,” tandasnya.  Anjar juga meminta seluruh masyarakat, terutama di Banyuwangi Selatan untuk terus waspada hingga  bulan Mei mendatang. Sebab di bulan itu merupakan  bulan transisi cuaca dari musim hujan ke musim  kemarau. Potensi bencana saat musim transisi  juga lebih besar kemungkinan terjadi.

”Kalau musim transisi tidak hanya hujan dan angin kencang. Angin puting-beliung juga bisa berpotensi  terjadi,” tambah Anjar. Cuaca hari ini, seluruh wilayah Banyuwangi masih terus diselimuti  awan dengan potensi hujan ringan   hingga lebat. Untuk wilayah dengan topografi lebih tinggi, seperti  wilayah Banyuwangi barat dan   tengah diprediksi akan dilanda hujan cukup lebat.

”Secara keseluruhan masih berpotensi hujan. Intensitasnya mulai ringan hingga  lebat,” terangnya.  Saat hujan melanda dengan  kondisi awan gelap, hal lain yang  perlu diwaspadai, yakni petir. Masyarakat diminta tidak menghidupkan televisi saat hujan disertai  petir dengan berlangsung. Sebab,   hal itu bisa memicu sambaran petir ke antena pemilik rumah  yang menghidupkan televisi.

”Baik  TV kabel maupun antena lebih baik dimatikan saja saat ada petir.  Semua barang elektronik lebih baik dimatikan juga untuk jaga-jaga jika petir terjadi,” imbuhnya.

Sementara itu, akibat cuaca ekstrem ini pihak BMKG pusat juga  telah memberikan warning kepada masyarakat nelayan di pesisir Laut Selatan untuk lebih berhati-hati dalam melaut. Sebab, gelombang  dengan ketinggian 1,3 hingga 2,5 meter masih berpotensi terjadi  saat gangguan pusat tekanan rendah masih berlangsung.

”Untuk perairan di Selat Bali khusus penyeberangan masih aman gelombangnya. Tapi waspada angin saja, karena angin kencang sewaktu-waktu bisa terjadi di Selat Bali,” pungkasnya. (radar)

loading...