Cuaca Buruk, Syahbandar Ingatkan Nelayan Tidak Melaut

0
160
Perahu dan kapal milik nelayan merapat di pelabuhan Muncar karena ombak dan angin yang besar.

MUNCAR – Gara-gara angin dan ombak yang besar, para nelayan yang ada di pesisir pantai Muncar tidak ada yang melaut kemarin (4/8). Mereka hanya memantau di pantai sambil memarkir perahu dan kapal di pelabuhan.

Angin dan ombak besar itu, sangat membahayakan bagi para nelayan bila nekat melaut. Apalagi, ketinggian ombak mencapai tiga meter. “Ombak besar itu sebenarnya sudah sejak 31 Juli lalu,” cetus Abdurrahman, 54, nelayan asal Kampung Satelit, Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo, Muncar.

Loading...

Ombak di sekitar pantai, terang dia, memang tidak terlalu besar. Tapi di tengah laut, angin cukup besar dengan ketinggian ombak mencapai tiga meter. “Nelayan memilih tidak melaut,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Menurut Abdurahman, saat ini di sekitar Selat Bali sedang banyak ikan tongkol. Tapi karena cuaca yang tidak bersahabat, nelayan tidak ada yang berani bekerja. “Bahaya kalau sampai nekat melaut,” ujarnya.

Nelayan lainnya, Hamidi, 48, menyebut angin dan ombak yang besar itu musiman. Setiap Agustus hingga akhir September, ombak memang cukup besar. “Setiap Agustus itu angin dan ombak memang besar,” ungkapnya.

Syahbandar Muncar, Umu Farida, mengatakan saat ini cuaca di daerah Selat Bali sedang tinggi. Ombak di tengah laut sangat besar dengan ketinggian hingga tiga meter. “Angin juga sangat besar,” jelasnya.

Berdasar data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), ketinggian ombak di daerah Selat Bali itu sekitar 2,5 meter hingga tiga meter. Sedang ombak di Selatan Pulau Bali dan jawa, ombak bisa mencapai empat meter.

Dengan ombak yang besar itu, Farida meminta para nelayan tidak melaut, karena sangat membahayakan bagi para nelayan sendiri. “Dari data di BMKG ombak yang tinggi itu akan terus berlangsung sampai 9 Agustus,” cetusnya. (radar)

loading...


Kata kunci yang digunakan :