Desak Kerahkan Anjing Pelacak

0
214

Nasib tragis yang menimpa Saritem (nama samaran, Red), mengundang simpati dari Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMA Negeri 2 (SMADA) Genteng. Maklum, bocah berusia empat tahun itu diduga kuat menjadi korban perkosaan pria biadab. Kondisinya pun mengenaskan, karena mengalami pendarahan hebat.

Kemarin pagi (6/3), begitu membaca beritanya di Radar Banyuwangi (RaBa), Ketua OSIS SMADA Genteng, Aganta, dan beberapa  temannya berinisiatif menjenguk korban. Mereka berniat memberikan sumbangan kepada Saritem. Sayangnya, sampai kemarin  korban masih menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Surabaya. Rencana untuk memberikan bantuan pun terpaksa ditunda. Terkait belum terungkapnya pelaku pemerkosaan, Aganta mendesak polisi segera mengusutnya.

“Kalau perlu pakai anjing pelacak. Perbuatan ini sangat biadab dan tidak berperikemanusiaan,” tegasnya kepada RaBa, kemarin. Aganta menegaskan bahwa OSIS SMADA Genteng mengutuk keras perbuatan biadab yang mengorbankan balita tersebut. “Pelakunya harus dihukum berat,” tuntutnya. Sementara itu, sampai kemarin polisi belum berhasil mengungkap pelaku yang memperkosa gadis cilik di tepi hutan di pagi buta tersebut. “Masih lidik, sementara masih penyelidikan,” ungkap Kapolsek Pesanggaran, AKP Supriyadi melalui Kanit Reskrim Aiptu Agus Priyono saat dihubungi RaBa, kemarin sore.

Seperti diberitakan kemarin, Saritem, bocah empat tahun ditemukan warga di tepi hutan, Sabtu pagi (3/3), pukul 04.00. Posisinya tergeletak di jalan dan bersimbah darah. Gadis belia yang tinggal di lingkungan Babatan, Dusun Pancer, RT 07/02, Desa Sumberagung,
Kecamatan Pesanggaran, itu diduga menjadi korban pemerkosaan lelaki biadab. Saking parahnya perkosaan di jalanan becek menuju kawasan hutan Perhutani, KRPH Pulau merah, BKPH Sukomade tersebut, korban mengalami luka berat. Dia pun terpaksa dirujuk ke rumah sakit di Surabaya. [radar]

Loading...


Kata kunci yang digunakan :