Dibatasi Sampai Hari Ini

0
89
JAGA KETAT: Personel Polsek Blambangan memeriksa pembeli BBM di sebuah SPBU

Pembeli BBM Pakai Jeriken

BANYUWANGI – Semakin dekatnya hari kenaikan bahan bakar minyak (BBM), aparat kepolisian di Kecamatan Banyuwangi mulai meningkatkan pengamanan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Pengamanan tersebut bertujuan sebagai antisipasi pembelian yang melebihi batas.

Setiap kendaraan yang membeli BBM di SPBU selalu mendapatkan pengawasan dari petugas. Terutama bagi pembeli yang menggunakan jeriken. Sebab, ada batas maksimal untuk pembelian BBM menggunakan jeriken. Selain itu, kendaraan dengan bak terbuka juga mendapatkan pengawasan lebih.

Dikhawatirkan, bak tersebut digunakan untuk menyimpan jeriken yang digunakan untuk membeli BBM. Aktivitas pengamanan SPBU itu dilakukan selama 24 jam nonstop. Sebab, dikhawatirkan ada pembeli BBM yang membeli melebihi kuota yang ditetapkan.

“Kita melakukan pengamanan di SPBU wilayah Kecamatan Banyuwangi. Yaitu SPBU jalan Banterang dan Karangente,” ujar Kapolsek Blambangan AKP Ary Murtini. Ary mengatakan, sampai saat ini SPBU masih melayani pembelian BBM menggunakan jeriken. Namun, setiap pembeli yang menggunakan jeriken dibatasi hanya 10 liter.

“Jadi, pengamanan ini bertujuan untuk antisipasi pembelian yang melebihi kuota,” imbuhnya. Pembelian BBM menggunakan jeriken diperbolehkan sampai hari ini, 24 Maret 2012. Besok, lanjut Ary, sudah tidak diperbolehkan lagi. “Kita menghindari terjadinya penimbunan BBM. Mengingat beberapa hari ke depan BBM akan mengalami kenaikan,” jelasnya.

Masih menurut Ary, pengamanan SPBU tersebut berlangsung sampai H plus tujuh kenaikan BBM. Untuk setiap SPBU di Kecamatan Banyuwangi dijaga dua personel polisi. dengan pembagian tugas setiap 12 jam. “Di Kecamatan Banyuwangi terdapat dua SPBU yang masing-masing dijaga dua personel. Setiap harinya ada empat personel. Sehingga total ada delapan orang,” bebernya. (radar)

Loading...


Kata kunci yang digunakan :