Empat Orang Peserta ternyata Sudah Dewasa

0
405

empatorangTidak mudah melaksanakan khitanan masal 3.300 orang. Panitia harus benar-benar memutar otak agar kegiatan itu sukses. Mereka pun kerja keras mengumpulkan peserta, tenaga medis, transportasi, dan kebutuhan logistik.Menyunat ratusan orang saja sibuknya setengah mati, apalagi harus mengkhitan ribuan orang. Itulah yang dirasakan panitia khitanan ma sal Pemkab Situbondo dengan pe serta sebanyak 3.300 bocah di satu tempat.

Perjuangan panitia yang terdiri atas berbagai unsur di lingkungan Pemkab Situbondo itu dimulai dengan me ngumpulkan peserta khitanan masal. Peserta minimal 2.860 orang. Itu untuk melampaui rekor khitanan masal sebelumnya, yakni menyunat 2.600 orang. Tidak semudah membalikkan te la pak tangan mencari 2.860 bocah yang akan disunat. Apalagi, panitia ha nya memiliki waktu sebulan. “Ya ak hirnya kita harus all out mencari hingga ke tingkat RT, termasuk me libatkan kepala desa dan sekolah da sar (SD),” ujar Kabag Humas Pem kab Situbondo, Sugeng Yuwono, kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (30/3).

Loading...

Pada pengumpulan tahap pertama, jumlah peserta yang terkumpul hanya 2.800 orang. Tim pencari peserta kembali melakukan pencarian hingga terkumpul 3.300 orang. Yang me narik, di antara mereka itu ada pe serta yang usianya sudah dewasa. “Satu orang muallaf. Yang tiga orang lagi sebenarnya sudah dikhitan, tapi tidak sempurna sehingga harus dikhitan lagi. Saat dikhitan, mereka di tempatkan di ruang khusus dan men dapat tenaga khusus, karena me mang memerlukan penanganan khusus,” jelas Sugeng Koordinator petugas medis dalam khi tanan masal pecahkan rekor MURI, Imam Hi dayat, juga mengungkapkan hal yang sama.

“Kita butuh sekitar 335 tenaga medis (pe rawat, dokter, dan bidan). Namun, yang ter sedia di Kabupaten Situbondo hanya se kitar 190 orang,” terangnya. Beruntung, PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) dari kabupaten tetangga ikut berpartisipasi. PPNI Banyuwangi me ngirim 60 tenaga medis, Bondowoso me ngirim 50 tenaga medis, dan Jember me ngirim 35 tenaga medis. “Sehingga, kita sam paikan terima kasih banyak kepada mereka,” kata Imam. Para tenaga medis tersebut, kata Imam, bertugas sebagai tenaga operator (pelak sana operasi). Setiap tenaga medis di dampingi satu asisten.

“Tenaga asisten itu adalah mahasiswa praktik yang ada di ru mah sakit. Itu belum termasuk tenaga lo gistik,” terang Kabag Tata Usaha di RS dr. Abdoer Rahem, Situbondo, tersebut. Bapak empat anak itu menjelaskan, satu operator plus satu asisten diberi tu gas menyunat sepuluh orang. Waktu yang dibutuhkan tiap orang 15 menit. Ada 335 meja operasi yang disediakan. “Alhamdulillah. Dimulai sekitar pukul 09.00 dan selesai pukul 13.00,” tandas Imam. (radar)

Loading...


Kata kunci yang digunakan :