Erupsi Gunung Agung, Hotel di Banyuwangi Penuh

0
286

BANYUWANGI – Dampak erupsi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, menyebabkan tingkat hunian hotel dan homestay di Banyuwangi mencapai 95 persen dalam setiap harinya.

Bahkan, sebelum terjadi erupsi Gunung Agung, sudah banyak wisatawan yang boking hotel karena ingin berlibur di Banyuwangi utamanya pada akhir pekan atau liburan panjang.

“Selain tingkat hunian penginapan yang melonjak cukup segnifikan, juga Bandara Blimbingsari Banyuwangi yang sebelumnya menjadi Bandara alternative kini menjadi Bandara utama bagi wisatawan yang akan menuju ke Surabaya maupun Jakarta,” papar Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, MY.Bramuda.

Pasalnya, Bandara Ngurah Rai Denpasar Bali di tutup akibat semburan abu vulkanik Gunung Agung. “Akibatnya, banyak wisatawan yang menempuh perjalanan darat menggunakan transportasi umum. Selanjutnya, mereka menggunakan transportasi udara di Bandara Blimbingsari menuju ke Surabaya maupun Jakarta,” ungkap Bramuda.

Bramuda menjelaskan, ada pula wisatawan yang memilih menginap di Banyuwangi selama menunggu jadwal penerbangan. Hal inilah yang menyebabkan tingkat hunian di Banyuwangi mencapai 95 persen. Bahkan di beberapa hotel berbintang sudah di boking jauh jauh hari oleh wisatawan.

“Setelah berada di Banyuwangi, banyak wisatawan yang tidak langsung melanjutkan penerbangan ke Surabaya maupun Jakarta. Mereka memilih untuk mengunjungi tempat tempat-wisata,” tuturnya.

Pengusaha travel pun kecipratan rejeki dari dampak erupsi Gunung Agung Bali. Mereka menghantarkan wisatawan ke berbagai tempat wisata. Bahkan ada pula yang diboking untuk perjalanan ke Surabaya maupun ke Jakarta.

“Bagi wisatawan manca negara, pemerintah daerah merekomendasikan ke berbagai taman nasional seperti Kawah Ijen, Alas Purwo maupun Pantai Sukomade,” imbuh Bramuda.

Untuk wisatawan domestic, banyak destinasi wisata beragam yang bisa dikunjungi. Apalagi saat ini ada satu lagi destinasi baru di Banyuwangi, yakni wisata kampung primitif di Desa Purwodadi Kecamatan Gambiran. Primitif sendiri merupakan singkatan Prima Inovatif.

“Disini, di sulap layaknya perkampungan lama yang di dalamnya terdapat suku Dayak maupun suku lainnya di Indonesia,” ujarnya.

Bahkan kata Bramuda, rencananya suku osing yang merupakan suku asli Banyuwangi juga di masukkan ke dalam perkampungan tersebut. Sehingga bagi wisatawan yang akan menuju maupun pulang dari pantai Pulau Merah Kecamatan Pesanggaran, bisa mampir di wisata kampung primitive tersebut.

Loading...