Gayuh Becak 2 Km dengan 8 Siswa

0
140
Samsul berjuang mengayuh becaknya yang dinaiki delapan siswa di Dusun Curahjati, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, kemarin (13/10)

PURWOHARJO – Perjuangan, Samsul, 80, abang becak di Dusun Curahjati, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, ini cukup berat. Dia harus mengayuh becaknya dengan jarak sekitar dua kilometer lebih sambil membawa delapan penumpang yang semua siswa SD kemarin (13/10).

Loading...

Meski usianya sudah lanjut, Samsul menekuni pekerjaan ini setiap hari. Pada pukul 06.000, dia harus mulai bekerja mengambil penumpang di rumahnya dan mengantar ke sekolah. Tidak tanggung-tanggung yang diantar sekolah itu cukup banyak. “Ini hanya delapan siswa, kadang juga lebih,” ujar Samsul.

Menurut Samsul, jarak yang cukup jauh dan jalan yang terkadang berupa tanjakan harus terus digayuh, jika berhenti mengayuh maka becak bisa jalan mundur. “Jarak dari sekolah ke rumah para siswa lumayan jauh,” katanya.

Para siswa yang diantar itu, jelas dia, kebanyakan orang tuanya bekerja. Sehingga, mereka tidak bisa mengantar dan menjemput ke sekolah. “Setiap anak kadang hanya memberi Rp 2.000, kadang juga ada yang bayar  Rp 1.000,” cetusnya.

Samsul mengaku penumpang delapan siswa itu memang banyak. Makanya, dia harus berhati-hati selama perjalanan. Para penumpang dibagian depan, tidak boleh berdiri. Para siswa ternyata malah senang dengan naik becak secara tumpuk-tumpukan seperti itu.

”Saya senang melihat anak-anak gembira saat naik becak dengan tumpuk-tumpukan itu,” ujarnya. Sementara itu, salah satu siswa, Ayu, mengaku seru banget naik becak dengan bareng-bareng teman, apalagi saat tumpuk-tumpukan.

“Seru banget naik becak tumpuk-tumpukan,” kata bocah yang mengaku berumur delapan tahun tersebut. (radar)

loading...