Politik|October 31, 2013 6:41 am

Hasil Verifikasi, Pemilih Ganda hanya 355 Orang

BANYUWANGI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi merespons cepat kiriman data pemilih ganda dari KPU pusat. Lembaga penyelenggara pemilu tersebut langsung menerjunkan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk melakukan verifikasi di lapangan sejak Sabtu lalu (26/10). Hasil verifikasi di lapangan, KPU Banyuwangi menemukan 355 pen duduk yang terdaftar ganda sebagai pemilih pada Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2014 mendatang.

Mereka terdaftar ganda di dua kecamatan berbeda di Banyuwangi. Sebagian kecil calon pemilih lain terdaftar ganda antar-kabupaten. Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Daftar Pemilih Tetap (DPT) KPU Banyuwangi, Atim Hariyadi mengatakan, beberapa  hari lalu pihaknya menerima surat elektronik (email) dari KPU pusat. Email itu berisi 715 nama calon pemilih yang terindikasi terdaftar ganda. “Setelah menerima email tersebut, KPU Banyuwangi langsung mengumpulkan PPK agar diteruskan ke PPS untuk melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) di lapangan,” ujarnya kemarin (30/10).

Dikatakan, setelah PPS melakukan verifikasi di lapangan, ditemukan 710 nama calon pemilih yang terdaftar ganda. Artinya, 710 nama yang tercantum dalam daftar pemilih itu sebenarnya hanya 355 orang. “Lima calon pemilih sisanya, setelah di-crosscheck di lapangan ternyata data tunggal. Bukan terdaftar ganda,” paparnya. Atim menambahkan, penduduk yang bertempat tinggal di wilayah Kecamatan Banyuwangi mendominasi data ganda penduduk antar kecamatan tersebut. Sebab, wilayah Kecamatan Banyuwangi merupakan pusat pemerintahan kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini.

“Sedangkan data ganda antar kabupaten cenderung menyebar. Ada yang terdaftar ganda di Banyuwangi dan Malang. Ada pula yang terdaftar ganda di Banyuwangi dan beberapa kota yang lain,” cetusnya. Seperti diberitakan kemarin, pemungutan suara Pileg 2014 sudah semakin dekat. Sayang,hingga kini sejumlah persoalan  krusial yang berkaitan dengan daftar pemilih pada pesta demokrasi lima tahunan itu masih terjadi. Yang terbaru, KPU Banyuwangi mendapat kiriman ratusan data pemilih ganda dari KPU pusat. Tidak tanggung-tanggung, data ganda yang dikirim KPU RI tersebut mencapai 715 orang.

Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi antara KPU Banyuwangi, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), dan Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Selasa (29/10).  Dikonfirmasi usai rapat koordinasi tersebut, Atim Hariyadi mengatakan, pihaknya se benarnya telah melakukan verifikasi data penduduk ganda antar Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan antar desa se-Banyuwangi sebelum pleno terbuka penetapan DPT pertengahan Oktober lalu.

Namun belakangan, KPU Banyuwangi menerima kiriman 715 data pemilih ganda antar kecamatan dalam satu kabupaten dan data ganda antar kabupaten dari KPU RI. Setelah mendapat kiriman data pemilih ganda tersebut, KPU Banyuwangi langsung menginstruksikan PPK dan di lanjutkan ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk melakukan verifikasi faktual di lapangan sejak Sabtu (26/10). “PPS kami beri waktu sampai 31 Oktober untuk mengeksekusi data ganda tersebut,” ujarnya. (radar)

Komentar Anda