Heboh, Ibu Muda Tewas di Kamar Hotel

0
742

KALIPURO – Suasana Hotel Tanjung Wangi di Dusun Selogiri, Desa Ketapang, Kalipuro pagi kemarin mendadak heboh. Salah seorang pengunjung hotel ditemukan tewas  di dalam kamar hotel. Dia adalah Murah, 34, warga Desa Kabalan, Kanur, Bojonegoro.

Tidak ada tanda-tanda kekerasan dalam tubuh wanita berusia 34 tahun tersebut saat dievakuasi. Korban meninggal dunia  diduga akibat kecapaian. Kali pertama yang mengetahui korban tewas adalah  anaknya Naela, 9, yang tidur sekamar dengan korban di dalam kamar hotel pukul 04.30, Minggu (9/4), kemarin.

Kala itu, Naela mengetahui tubuh ibunya sudah tergeletak di bawah tempat tidur dengan posisi miring menghalangi pintu kamar. Tahu ibunya tergeletak,  Naela langsung membuka korden jendela dan meminta tolong karyawan hotel yang kebetulan  sedang melintas.

Teriakan Naela didengar oleh  karyawan hotel dan langsung menghampiri Naela. Ternyata  pintu kamar hotel sudah dikunci  cukup rapat. Karyawan hotel itu  pun langsung berinisiatif masuk  ke dalam kamar melalui jendela  kamar. Berhasil masuk kamar, karyawan hotel langsung mengangkat tubuh korban ke atas  tempat tidur.

Loading...

Saat itu, tubuh korban sudah tidak bergerak lagi. Karyawan  hotel mencoba untuk membangunkan, tapi tidak kunjung  bangun dan diketahui korban sudah tidak bernyawa lagi. Tahu  korban tidak bernyawa lagi,  karyawan tadi berusaha menghubungi Polsek Kalipuro.

”Saat dieva kuasi karyawan hotel, korban sudah meninggal dunia,” kata Kapolsek Kalipuro, AKP Supriyadi. Supriyadi menambahkan, mendapat laporan itu pihaknya  langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan  langsung membawa tubuh korban  ke RSUD Blambangan.

Dari pemeriksaan luar tidak ditemukan sama sekali tanda-tanda penganiayaan. ”Keluarga korban menolak dilakukan otopsi. Korban tidur di hotel karena baru saja pulang dari Bojonegoro,” kata Supriyadi. Korban merupakan istri dari  Ustadi, 41, warga Dusun Krajan,  Desa Ketapang, Kalipuro yang  baru pulang dari Bojonegoro menghadiri pernikahan saudaranya bersama Naela.

Sabtu (8/4)  pukul 21.00, korban tiba di  Terminal Sritanjung, Ketapang.  Karena kecapaian, korban memilih tidur di hotel bersama  anaknya.  Menurut pengakuan Naela, dalam perjalanan dari Bojonegoro– Banyuwangi dengan menumpang bus, ibunya sudah  mengeluh tidak enak badan.

Sementara dari keterangan suami korban, sejatinya Murah tidak pernah memiliki riwayat penyakit yang sangat serius. ”Dari keterangan anaknya, korban  sudah mengeluh sakit sejak dibus. Dugaan sementara korban meninggal karena kecapaian. Jenazah sudah kami serahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” pungkasnya. (radar)

loading...


Kata kunci yang digunakan :