Jelang Pulang, Jamaah Haji Asal Kalipait Wafat

0
140
Jamaah haji dari kloter 37 mendapatkan sosialisasi dari petugas kloter di musala hotel Masakin Al-Hayat, kemarin (12-9).

MAKKAH – Menjelang pulang ke tanah air, kabar duka kembali menyelimuti jamaah haji asal Banyuwangi.  Kali ini yang meninggal dunia adalah jamaah dari kloter 35. Dia adalah Muhammad Kadis Abdullah bin Adam, 82, warga Dusun Kutorejo, RT 01, RW 01, Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo.

Almarhum wafat di kamar hotel masakan Al Hayat lantai empat kamar 405 pada pukul 09.50 Waktu Arab Saudi (WAS), Selasa kemarin (12/9). “Betul jamaah haji ada yang wafat.

Total jamaah asal Banyuwangi yang wafat berjumlah tujuh orang. Jenazah langsung diurus oleh petugas kloter untuk segera dimakamkan di Makkah,” ujar salah satu Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD), Joni Subagio.

Menjelang kepulangan ke tanah air, seluruh jamaah diminta untuk tetap menjaga kesehatan. Salah satunya dengan tidak memforsir tenaga untuk melakukan ibadah sunah. “Kami sudah minta jamaah untuk terlalu menguras tenaga menjelang kepulangan,” ujar ketua kloter 37, Syafaat.

Loading...

Jamaah banyak menderita sakit. Salah satu penyebabnya adalah nafsu makan yang semakin menurun. Selain itu juga mulai terkurasnya tenaga saat berada di Armina. Jika tenaga untuk melakukan umrah sunah terlalu dipaksakan, maka akan sangat menguras tenaga. Apalagi ada jamaah yang umrah sunah sampai lima kali.

Oleh karena itu, menjelang kepulangan ke tanah air. Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) mengimbau para jamaah untuk tidak terlalu memforsir tenaga. Mereka disarankan lebih baik beristirahat untuk mengumpulkan stamina sebagai persiapan pelaksanaan tawal wada’ menjelang kepulangan ke tanah air.

Tim liputan haji Jawa Pos Radar Banyuwangi, Zuroida Imawan melaporkan, petugas kloter mulai mengefektifkan bertemu jamaah di dalam musala usai salat fardu. Salah satunya dengan mengimbau hal-hal yang berkenaan menjelang kepulangan jamaah ke tanah air.

Selain menjaga kesehatan, jamaah juga diminta untuk mempersiapkan tenaga. Karena saat tiba di tanah air, tenaga para jamaah juga masih dibutuhkan, misalnya untuk menemui tamu-tamu.

“Jika tenaga sudah dipersiapkan, maka saat tiba di tanah air sudah tidak terlalu payah atau kecapaian,” terangnya. Apalagi, suhu di Makkah dalam sepekan mendatang akan mencapai 50 derajat celsius. Setiap keluar maktab jamaah harus menggunakan masker dan menggunakan semprot air.

Saat melaksanakan ibadah di Haram, jamaah diimbau untuk membawa minuman dan makanan ringan. “Dalam pertemuan juga diberikan pengarahan dan petugas kloter, bahwa tas koper akan dikumpulkan pada 14 September,” tandasnya. (radar)

loading...


Kata kunci yang digunakan :