Kejar Target 800 Ribu Ton

0
121

BANYUWANGI – Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan (Dispertahutbun) Banyuwangi, Ikrori Hudanto, merasa optimistis target produksi gabah sebesar 800 ribu ton pada 2012 ini terpenuhi. Meski dalam hitungannya, produksi gabah hingga kini baru mencapai 360 ribu ton.

Kepada wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, Ikrori menyebut bahwa produksi gabah para petani selama 2012 cukup baik. Meski ada serangan hama, tapi serangan hama itu tidak sampai merugikan para petani dalam jumlah yang besar. “Cuaca kurang baik, produksi gabah tetap baik,” katanya. Pada tahun anggaran 2012 ini, jelas dia, target produksi gabah yang telah ditetapkan Dispertahutbun Banyuwangi sebesar 800 ribu ton.

Produksi gabah sampai April 2012 lalu sudah mencapai 360 ribu ton. “Laporan produksi gabah paling akhir April 2012, lalu September 2012 ini, cuma laporannya belum masuk,” ujarnya. Menurut Ikrori, dengan pencapaian produksi gabah sebanyak 360 ribu ton itu sebenarnya sudah hampir memenuhi kebutuhan masyarakat Banyuwangi.

Sebab, kebutuhan pangan warga Bumi Blambangan hanya 400 ribu ton per tahun. “Kebutuhan warga rata-rata tiga ons per hari,” cetusnya. Bila target gabah 800 ribu ton itu terpenuhi, jelas dia, maka Kabupaten Banyuwangi akan mampu mempertahankan eksistensi sebagai daerah lumbung pangan. Selain itu, Ba- nyuwangi juga masih mampu menjadi daerah penyangga pangan tingkat Provinsi Jawa Timur dan nasional.

“Gabah hasil produksi petani Banyuwangi juga akan kita distribusikan ke daerah lain,” ujarnya. Untuk mempertahankan Banyuwangi sebagai daerah lumbung pangan, Ikrori akan berupaya menolak pengalihan fungsi lahan pertanian menjadi perumahan atau proyek apa pun. Kecuali alih fungsi lahan pertanian itu sudah ditetapkan dalam tata ruang wilayah. “Sebab, luas lahan pertanian terus menyusut,” katanya. Selain memperketat pengalihan fungsi lahan pertanian, masih kata dia, Dispertahutbun juga akan membantu para petani meningkatkan hasil pertanian. (radar)

Loading...