Kenalkan Dunia Usaha, Siswa Diajak Beternak Ayam

0
130
Siswa SMKN Kalibaru jurusan Agribisnis Ternak Unggas mengambil telur di kandang ayam hasil usahanya, kemarin (10/11).

Program revitalisasi SMK yang diluncurkan pemerintah telah dijalankan dengan baik oleh SMKN Kalibaru. Di sekolah ini, para siswa tidak hanya diajari teori, tapi juga praktik paktik bisa kreatif dan mandiri dalam merintis usaha.

WAHYU NUGROHO, Kalibaru

CUACA di kampus SMKN Kalibaru pagi itu cukup cerah. Pepohonan berukuran besar yang banyak tumbuh di sekolah, membuat suasana yang berada di pinggin jalan raya Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru itu jadi segar.

Sejumlah siswa terlihat berseliweran di dalam kampus sekolah karena ada keperluan. Sedang siswa lainnya, belajar tenang di dalam ruang kelas. “Maaf, ada yang bisa saya bantu,” ujar petugas keamanan sekolah saat Jawa Pos Radar Banyuwangi masuk ke kampus itu.

Setelah menyampaikan ingin bertemu dengan kepala sekolah SMKN Kalibaru, dengan sopan petugas keamanan sekolah itu menunjukkan ruang kepala sekolah. “Mari saya temukan dengan pendamping siswa,” ujar Kepala SMKN Kalibaru H Paidi ketika ditemui di ruangannya.

Paidi menyampaikan SMKN Kalibaru ini memiliki enam jurusan, yakni Akuntansi, Agribisnis Ternak Ruminansia, Budidaya Perikanan, Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Komputer dan Jaringan, serta Agribisnis Ternak Unggas. “Semua jurusan itu memiliki tempat praktik semua,” terangnya.

Untuk menjalankan program revitalisasi SMK yang dicanangkan oleh pemerintah, SMKN Kalibaru saat ini sedang menggiatkan kerja sama dengan dunia usaha dan industri. “Untuk program revitalisasi SMK itu, kita dapat bantuan tenaga pendamping dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI,” katanya seraya mengenalkan tenaga pendamping Maftuchin Romli.

Maftuchin Romli selaku tenaga pendamping di SMKN Kalibaru adalah staf pengajar di Fakultas Teknik Mesin di Universitas Negeri Malang (UNM). Bersama beberapa guru, dia langsung mengajak untuk meninjau lokasi ternak unggas yang dimiliki SMKN Kalibaru.

“Ini bagian dari program revitalisasi, khususnya di jurusan Agribisnis Ternak Unggas,” ujar Maftuchin Romli sambil menunjukkan kandang ayam. Dikandang ayam milik SMKN Kalibaru itu, ada beberapa jenis ayam, seperti ayam petelur, ayam pedaging, ayam kampung, dan ayam hias.

Loading...

Semua ternak ayam itu, penanganan dan pengelolaannya dilakukan oleh para siswa dengan didampingi guru pendamping. Dibagi dalam beberapa kelompok, para siswa bergantian memantau perkembangan temak.

“Para siswa itu menangani mulai memberi pakan, minum, vitamin, dan mengambili telur, itu ada catatannya semua,” terangnya. Untuk pemasaran hasil ternak, sekolah tidak khawatir. Sebab, telah dilakukan kerja sama melalui MoU dengan beberapa pengusaha. “Hasil telur dan ayamnnya, sudah ada yang membeli,” katanya.

Untuk pengembangan dan melatih para siswa hidup mandiri, siap buka usaha, dan kreatif, sekolah sudah mulai mengajarkan kepada siswa untuk berperan aktif dengan beternak ayam di rumahnya.

“Siswa yang ternak ayam sendiri di rumahnya, itu dengan sistem pendampingan dari sekolah,” ujarnya.  Romli menyebut saat ini sudah ada sembilan siswa yang telah krratif membuka ternak ayam di rumahnya.

Diantara siswa itu adalah Alfiah Cahyani Tyas, kelas 11, Jurusan Agribisnis Ternak Unggas. Siswi SMKN Kalibaru itu telah membuat ternak ayam di rumah kosong milik orang tuanya di Dusun Kajarharjo, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru. Di kandang ayamnya itu, Alfiah telah memiliki sekitar 100 ayam petelur dengan hasil telur 95 butir perharinya. “Kita nanti lihat kandangnya,” ujarnya.

Bukan hanya para siswa, alumni SMKN Kalibaru juga banyak yang berternak ayam. Mereka itu membentuk kelompok usaha dan tetap berkoordinasi dengan sekolah. “Untuk ternak ayam milik para alumni ini, yang banyak ayam telur dan potong,” terangnya.

Pada Jawa Pos Radar Banyuwangi, Romli tidak hanya memamerkan kandang ayam sebagai usaha sekolah. Tapi juga menunjukkan kandang ternak hewan milik siswa Jurusan Agribisnis Ternak Ruminansia.

Dengan didampingi  wakil kepala sekolah (Wakasek) bidang Litbang Eko Wahyudiono, ia juga menunjukkan kolam ikan yang dikelola SMKN Kalibaru. “Kita siapkan bibit lele, nila, dan bibit mujair untuk dibesarkan,” terang Eko Wahyudiono.

Kolam ikan milik SMKN Kalibaru itu berada di samping bantalan rel kereta api (KA) yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari sekolah. Kolam itu berada disamping sungai yang diberi sekat dan di pakai juga untuk pembesaran ikan. Di sungai ini tampak ribuan ikan warna warni saling berkejaran. “Kolam itu bangun sekolah, kalau yang di sungai ikan nila,” terang Romli.

Romli menyampaikan melalui program revitalisasi ini, para siswa yang telah lulus akan mampu berwirausaha, terutama dengan ternak ayam, ikan, atau sapi. “Selama ini para peternak kebingungan dalam menjual hasil ternaknya,” katanya.

Untuk mencarikan jalan keluar terkait penjualan dari hasil usaha, Romli mengatakan akan ikut membantu mencarikan jalan dengan melakukan kerja sama pada para pengusaha yang bergerak di bidang petualangan hewan, atau pengusaha jual beli ternak.

“Ada 14 perusahaan nasional dan satu perusahaan asing yang sudah MoU dengan kita. Dan itu akan siap membantu,” ungkapnya. (radar)

loading...