KPU Banyuwangi Launching Rumah Pintar Pemilu

0
174

Bisa Belajar Cara Jadi Bupati dan Presiden

BANYUWANGI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi melaunching Rumah Pintar Pemilu (RPP) Lare Oseng kemarin (18/5). RPP itu diproyeksi menjadi salah satu wisata edukasi politik kepada masyarakat sejak dini, terutama masyarakat pemilih pemula tentang proses pemilihan umum.

RPP di desain mirip sebuah museum, dengan memanfaatkan ruangan yang ada di kantor KPU Banyuwangi. Ruangan itu berisi tentang tayangan film-film dokumenter tentang pemilu yang ditayangkan melalui layar televisi, buku tentang pemilu, gambar miniatur proses pemilu, beberapa regulasi yang dipakai Pemilu, gambar bupati Banyuwangi tempo dulu, serta ruangan khusus tempat pemungutan suara (TPS).

“Jika ada adik-adik mau pemilihan OSIS, bisa dilaksanakan di RPP ini,” ungkap Ketua KPU Banyuwangi, Syamsul Arifin. Menurut Syamsul, RPP Lare Oseng tersebut bisa menjadi sebuah wahana untuk belajar untuk pemilih pemula. RPP tersebut terbuka untuk masyarakat umum, karena di dalamnya terdapat alat simulasi tentang proses demokrasi di Indonesia.

“Semua yang ada terus akan kita update agar menjadi tempat wahana yang menyenangkan, ” ujarnya. Dia berharap, keberadaan RPP itu bisa menjadi sarana partai politik (parpol) untuk memberikan bimbingan politik kepada kadernya tentang tahap dan proses pemilu, termasuk cara menjadi anggota DPRD, bupati, gubernur dan presiden.

“Dengan begitu, diharapkan partisipasi masyarakat dalam pemilu bisa terus meningkat dari tahun ke tahun,” jelas Samsul. Komisioner KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro mengatakan, RPP adalah program pilot project KPU RI yang dimulai sejak tahun 2015 lalu.

Loading...

Di seluruh Indonesia hanya ada tiga Provinsi yang melaksanakan. Kemudian di tahun 2016 KPU Jatim ngotot memperjuangkan RPP tersebut, dan pada tahun 2017 dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia hanya Provinsi Jatim yang mendapatkan RPP tersebut.

“Dari 38 kabupaten/ kota di Jatim, Banyuwangi adalah daerah ke 30 yang melaksanakan peresmian RPP,” terang Gogot. RPP juga program pemanfaatan ruang bangunan untuk kepentingan masyarakat yang didesain untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM) dengan anggaran Rp 35 juta.

“Harapan saya, sumber anggaran tidak hanya dari APBN, tapi juga dari ABPD dan CSR Banyuwangi juga bisa ikut mensuport jadi museum demokrasi dan bisa menjadi destinasi wisata baru,” paparnya.

Tujuan didirikannya RPP itu juga upaya meningkatkan partisipasi warga dalam pemilu. Tidak hanya itu, masyarakat juga memiliki acuan dalam pelaksanaan pemilu bukan karena faktor kedekatan emosional, pragmatis akan tetapi memilih karena pertimbangan logis, profesional dengan mengenal rekam jejak calon.

“Yang terpenting keberadaan RPP ini juga mampu meningkatkan jumlah partisipasi pemilu,” imbuh Gogot.  Sementara itu, Satria Puji OSIS SMAN 1 Giri yang diundang dalam acara peresmian RPP itu mengaku mendapat wawasan dan ilmu baru.

RPP itu menurutnya bisa menjadi wisata edukasi tentang cara memilih, serta mengetahui proses demokrasi di Indonesia. ” Sangat menarik, RPP ini bisa menjadi sarana belajar bagi kami para siswa untuk menggali tentang proses demokrasi di tanah air,” cetus siswa asal Desa/Kecamatan Gambiran ini.

Acara launching ditandai dengan penandatanganan prasasti Komisioner KPU Provinsi Jatim Gogot Cahyo Baskoro dan pemotongan pita oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik (Bakesbangpol), Wiyono yang hadir mewakili Bupati Abdullah Azwar Anas.

Usai meresmikan, sejumlah tamu undangan dari perwakilan Forum Pimpinan Daerah (Forpimda), lintas Parpol Banyuwangi, ormas, organisasi kepemudaan (OKP), Organisasi Ekstra dan Intrakampus, OSIS berjalan-jalan meninjau RPP yang berada di ruangan sebelah timur KPU  Banyuwangi. (radar)

 

loading...