Lewat Aplikasi “Jalin Kasih”, Pemkab Banyuwangi Ajak Masyarakat Dunia Atasi Kemiskinan

0
368

BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi kini sedang merampungkan sistem aplikasi pengentasan kemiskinan terintegrasi yang diberi nama ”Jalin Kasih”. Melalui aplikasi ini, semua orang di dunia nantinya bisa membantu pengentasan kemiskinan di Banyuwangi.

Aplikasi itu diperkenalkan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di depan rumah Suhadiyah (80 tahun), warga kurang mampu di Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo, Rabu (14/2/2018).

“Aplikasi ini berisi data digital semua masalah kemiskinan,” ungkap Bupati Anas.

Misalnya, data warga miskinnya, sangat rinci berbasis geospasial seperti yang sudah dijalankan Banyuwangi selama ini.

“Aplikasi ini bisa diunduh di PlayStore, dan semua orang sedunia bisa membantu mengentaskan kemiskinan di Banyuwangi,” tutur Bupati Anas.

Dia mengatakan, inilah wujud pemerintahan kolaboratif. Pemerintah daerah tidak mungkin bisa membereskan semua hal, karena jangkauan terbatas dan dana terbatas. Jika berkolaborasi, di nilai akan lebih mudah dan cepat mengatasi kemiskinan.

Loading...

“Aplikasi Jalin Kasih dirancang untuk memvalidasi semua data dan problem kemiskinan secara lengkap,” ujar Bupati Anas.

“Data penduduk miskin dikelompokkan berdasarkan program pengentasan kemiskinan yang sesuai untuk masing-masing individu,” imbuhnya.

Aplikasi Jalin Kasih memuat berbagai program penanggulangan kemiskinan seperti program distribusi makanan bergizi untuk warga lansia miskin secara rutin (Rantang Kasih), Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh), Bedah Rumah, Jemput Bola Rawat Warga Sakit, dan beasiswa Banyuwangi Cerdas. Bupati Anas mencontohkan Rantang Kasih.

“Apabila yang menghandle hanya pemerintah daerah, maka mungkin jangkauannya hanya 2.000 warga. Tapi jika dikeroyok banyak orang, tentu akan lebih besar,” kata Bupati Anas.

Sementara, untuk mengajak orang ikut membantu, sistemnya harus mudah. Oleh karena itulah, dengan aplikasi Jalin Kasih ini masyarakat dari seluruh dunia bisa ikut membantu.

“Masyarakat luas tinggal memilih, akan membantu mengatasi kemiskinan dari sisi yang dikehendaki,” ujarnya.

Apakah ingin rutin membiayai kirim makanan ke lansia, mau jadi orang tua asuh anak putus sekolah yang sudah dikembalikan ke sekolah oleh pemerintah daerah, mau ikut bedah rumah, atau apapun tinggal pilih di aplikasi.

“Saya harap, tidak lama lagi sistem ini segera selesai dengan sangat terintegrasi,” pungkas Bupati Anas.

Aplikasi itu sempat diujicobakan dengan mengantarkan Rantang Kasih berisi makanan bergizi ke rumah Nenek Suhadiyah di pelosok desa, yang datanya ditemukan dengan bantuan peta lokasi di aplikasi Jalin Kasih.

Loading...

Baca Juga :