Meski Tinggal Serumah, Pasutri Ini Rahasiakan Visi dan Misi di Pilkades Sukojati

0
232
Untung Suripno (kiri) dan istrinya, Siti Mawati, usai mengikuti Pilkades Sukojati, kemarin (9/11)

Menjadi musuh di luar dan kembali akur di dalam rumah. Itulah yang harus dijalani Untung Suripno, 52, kepala desa terpilih Sukojati. Dalam Pilkades serentak Rabu kemarin (8/11), dia harus melawan istrinya sendiri, Siti Mawati, 44.

DEDY JUMHARDlYANTO, Blimbingsari

PERSAINGAN merebut suara pemilih antara Untung Suripno dan Siti Mawati dijalani selama dua bulan. Meski tercatat sebagai suami-istri, keduanya tetap all out menggalang dukungan suara.

Meski harus “bermusuhan”, warga Dusun Krajan RT 02/RW 02, Desa Sokojati, Kecamatan Blimbingsari ini memutuskan tetap profesional di hadapan para massa pendukung. Maklum, Untung Suripno sebagai cakadcs incumbent memilih manjagokan istrinya untuk maju dalam Pilkades Sukojati 2017. Lantaran hinggat H-1 pendafataran ditutup belum juga ada warga lainnya yang mendaftar sebagai cakades.

Untung Suripno mengatakan, sejak awal dia tidak menduga harus melawan istrinya sendiri dalam kompetisi Pilkades di desanya. “Karena tidak ada warga lain yang mendaftar, akhirnya istri saya mendaftar sebagai calon kepala desa,” ungkapnya.

Sejak positif mendaftar dan maju sebagai cakades itulah, dia dan istrinya berkomitmen untuk tetap profesional saat di luar dan di dalam rumah. “Saya punya tim sukses sendiri, istri saya juga demikian punya tim sukses sendiri,” ujar Untung.

Tahapan pelaksanaan Pilkades dilalui layaknya pertarungan sesumgguhnya melawan calon lain. Bahkan, dalam pembuatan visi dan misi sebagai calon kepala desa, istrinya blusukan bersama tim suksesnya.

Loading...

Meski tidur satu ranjang, tak pernah terbesit sedikitpun untuk menanyakan, apalagi mengajari istrinya dalam pembuatan visi dan misi. Istrinya juga demikian, tidak pernah bertanya apapun mengenai program kerjanya jika terpilih menjadi kepala desa.

“Jadi kami punya prinsip sendiri-sendiri. Urusan rumah tangga tetap dibahas bersama. Tapi urusan pekerjaan tidak akan kami bawa dalam urusan rumah tangga,” jelas Untung. Praktis ketika masuk ke dalam rumah, keduanya tidak pernah membicarakan mengenai pekerjaan. Terutama tentang pencalonan kepala desa.

Bagaimana dengan tim sukses yang mau menemuinya? Keduanya harus keluar rumah terlebih dahulu dan membicarakannya di rumah salah satu tim sukses. “Jadi kami saling merahasiakan visi, misi, dan program kerja,” ujar bapak dua anak ini. Pasutri ini benar-benar terlibat debat sengit. Tidak hanya saat prlaksanaan penyampaian Visi dan Misi, tapi juga saat pelaksanaan pwngundian nomor urut dan kampanye.

Terkait kampanye, panitia telah memisahkan jadwal keduanya di masing-masing dusun. Sehingga tidak sampai bertemu antar calon dan pendukung. “Alat peraga kami juga buat sendiri-sendiri dan kami pasang layaknya kontestan lain,” terang Untung.

Pelaksanaan pemungutan suara juga tetap dilakukan oleh panitia dengan profesional. Dari daftar pemilih tetap sejumlah 2.542 orang, yang hadir ke TPS sebanyak 1.534 orang. Siti Mawati dengan nomor urut satu mendapat 331 suara. Sementara, Untung dengnn nomor urut dua meraup 1.202 suara.

Usai penghitungan suara, istrinya juga datang kepadanya dengan memberikan ucapan selamat. “Tujuan kami sama, yakni membangun Desa Sukojati lebih baik agar masyarakat lebih sejahtera,” timpal Siti Mawati.

Kendati lawan politiknya di ajang Pilkades adalah suaminya sendiri, Mawati tetap akan mendukung langkah suaminya enam tahun ke depan. Dia akan tetap mengemban amanah dan tugas sebagai ibu kepala desa.

“Saya kalah ya sudah. Saya tetap akan mendukung suami saya untuk enam tahun ke depan,” jelasnya. Dia sangat bersyukur dan berterimakasih atas kedewasaan masyarakat Sukojati dalam mengikuti pesta demokrasi. Sehingga pelaksanaan Pilkades bisa berjalan lancar, aman, dan tertib.

“Kami ingin membangun Desa Sukojati, mewujudkan masyarakat yang lebih harmonis dan sejahtera,” tandas Mawati. (radar)

loading...