Mohammad Al Hilal, Bocah “Penakluk” Kuda Asal Pakistaji

0
161
Mohammad Al Hilal,melakukan atraksi bermain kuda di hadapan penonton di Pantai Blimbingsari kemarin (15/10)

Mohammad Al Hilal boleh dibilang bocah pemberani. Betapa tidak, di usianya yang masih menginjak enam tahun, dai berhasil “menaklukan” kuda. Atraksi bocah asal Dusun Krajan, Desa Pakistaji, Kecamatan Kabat itu mengundang decak kagum penonton.

DEDY JUMHARDIYANTO, Blimbingsari

SORE Pantai Blimbingsari begitu ramai. Tidak seperti hari biasanya. Selain hari Minggu dan libur sekolah, sore itu juga bersamaan dengan peringatan tradisi petik laut di pantai yang terkenal dengan wisata kuliner ikan bakarnya tersebut.

Ditengah hiruk-pikuk dentuman alat musik di panggung, sejumlah pengunjung juga menikmati panorama Selat Bali yang cukup menawan. Debur ombak berkejaran dan bocah-bocah yang mandi di tepi laut tak kalah riangnya.

Disudut sebelah sebelah selatan pantai itu, puluhan pengunjung mulai anak-anak, remaja, dan orang tua juga tak kalah bahagianya menikmati suasana pantai sore itu. Diantara mereka ada yang menikmati jagung bakar, ada juga yang asyik meminum es kelapa muda sembari ngobrol santai diterpa angin semilir angin pantai.

Puluhan pasang mata pengunjung Pantai Blimbingsari sore itu tertuju pandangan pada sebuah bocah yang bercengkrama dengan seekor kuda yang menjadi kuda wisata. Bocah mungil yang masih berusia enam tahun itu tampak akrab dengan kuda warna putih.

Sesekali anak pasangan Faizin dan Sholeha itu menunjukan kemampuannya dalam “menaklukan” kuda piaran milik orang tuanya. Dengan memegang potongan kayu, bocah tersebut menujukan kebolehannya memerintahkan kuda untuk duduk, tidur, dan kaki terangkat.

Tangan kirinya memegang tali kuda, sementara tangan kanannya memegang potongan kayu dengan panjang sekitar 40 centimeter. Sang bocah pemberani itu lantas memerintahkan kuda untuk duduk. Tanpa menunggu lama, kedua kaki bagian depan kuda langsung ditekuk, disusul kedua kaki bagian belakang.

Prakstis posisi kuda tersebut duduk dihadapan bocah yang akrab disapa Hilal itu. Tak berselang lama, Hilal kembali memerintahkan kuda untuk berdiri dan mengangkat kaki bagian depannya, dan disusul kaki bagian belakang. Masih banyak atraksi lainnya yang ditunjukkan oleh bocah yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak tersebut.

Loading...

Kepiawaian bocah itu menjadi pemandangan tersendiri bagi sejumlah pengunjung Pantai Blimbingsari. Betapa tidak, anak seumuran itu berani bercengkrama dengan hewan yang bertubuh jauh lebih besar.

Bukan tidak mungkin, jika kuda itu mengamuk dan menyepakkan kakinya ke arah bocah tersebut. “Baru kali ini saya lihat anak seumuran ini mampu bergaul dengan kuda, dan memerintahkan untuk duduk dan berdiri,” ujar Herlina, salah seorang pengunjung asal Rogojampi.

Kepiawaian Hilal dalam melakukan atraksi kuda itu tidak semudah membalikkan tangan. Butuh perjuangan dan kerja keras agar bisa menaklukan sang kuda putih bernama Pino tersebut. “Anaknya memang pemberani, sudah sejak umur empat tahun sering kali bercengkarama dengan kuda ini,” unkap Faizin.

Kebiasannya bergaul dengan kuda itu sudah terbentuk saat putra sulungnya itu masih berumur empat tahun. Saat itu, putranya itu hanya memperhatikan caranya memberikan pakan dan minum kuda. Termasuk melihatnya cara memperlakukan kuda.

Seiring dengan berjalannya waktu, putranya itu mencoba memberikan pakan dan minum. Sayangnya, saat itu Hilal yang masih mungil justru jempol tangan kanannya digigit kuda, hingga bagian kuku jari jempolnya lepas.

Tidak hanya itu, saat berusaha menuntun kuda. Kedua kaki putra sulungnya itu juga pernah diinjak oleh kaki kuda. Tak pelak, dia yang mengetahui hal tersebut langsung meminta menjauhi kuda. Bukan malah kapok, nasihat dan peringatan itu justru seolah tak dihiraukan. Hilal masih saja bergaul dengan kuda piaraannya.

Seiring dengan keberanian putranya, kini seolah ada kedekatan tersendiri dengan kuda putih yang sudah diperlihara sejak tiga tahun lalu. Hilal mulai berani memberikan pakan, minum, bahkan mulai berani mengikat kuda hingga mengajaknya berjalan-jalan.

“Saya juga terkejut saat kali pertama melihat anak saya menuntun kuda dan mengajak jalan-jalan,” terang Faizin.

Karena timbul kedekatan itulah, kini sang kuda Pino seperti sudah mempunyai teman akrab. Tak heran, jika kuda Pino langsung menuruti apa yang diperintahkan putranya tersebut. Padahal, kuda paling jarang bisa berkumpul dengan anak kecil. “Tidak sedikit para pemilik kuda juga heran dengan keberanian Hilal dalam mengendalikan kuda,” beber Faizin.

Dengan keberanian putranya, dia sangat terbantu dalam merawat kuda. Karena putranya sudah mengerti merawat kuda, mulai memberikan pakan, minum, serta kapan waktu untuk mengajak kuda bermain-main. Jika ada waktu luang, kuda Pino diajak bermain olehnya ke Pantai Blimbingsari untuk  menghibur pengunjung yang ingin menaiki kuda.

“Jiak ada pengunjung yang naik, anak saya ini yang menuntun kuda. Uang hasil mengantarkan pengunjung berjalan-jalan di tepi pantai itu ditabung, termasuk untuk biaya operasional merawat kuda setiap harinya,” tandas Faizin. (radar)

loading...