Nelayan Pancer Panen Gurita

0
148
ILUSTRASI

PESANGGARAN – Musim tangkap ikan di daerah perairan Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, seolah tidak pernah berhenti. Saat ini para nelayan sedang panen gurita.

Salah satu nelayan Pancer, Eko Hariyanto, 41, mengatakan di perairan Pancer itu ikan hasil tangkapan para nelayan sebenarnya musiman seperti musim benur, musim tuna, dan tongkol. “Sekarang ini musim gurita,” katanya.

Hampir semua nelayan yang melaut, terang dia, banyak yang mendapat gurita. Sehingga, saat ini hasil laut yang paling banyak gurita. “Gurita itu ditangkap dengan cara dipancing,” ungkapnya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Loading...

Menurut Eko, permintaan gurita ini sekarang cukup tinggi, terutama untuk ekspor. Dibandingkan cumi-cumi yang hampir sama bentuknya, tapi permintaan gurita lebih banyak karena bebas kolesterol. “Lumayan laris Mas, kata orang-orang ini (gurita) bebas kolesterol,” jelas Eko yang juga pedagang ikan itu.

Harga jual gurita, terang dia, terbilang tinggi. Untuk gurita yang beratnya dua kilogram per ekor, harganya mencapai Rp 50 ribu. Sedangkan untuk ukuran satu kilogram per ekor, harga mencapai Rp 40 ribu. Dalam sekali pengiriman ke pusat penampungan di Surabaya, Eko mengaku mampu membawa hingga enam kuintal gurita dengan kualitas ekspor. “Ini nanti  kita bawa ke Pasuruan atau Surabaya, dari sana dikirim ke Jepang,” jelasnya.

Pengiriman itu, terang dia, dilakukan setiap tiga hari sekali menunggu jumlah terpenuhi. “Untuk menangkap gurita, itu ada caranya sendiri,” jelasnya.

Meski di Banyuwangi kuliner gurita belum sepopuler di daerah lain, tapi kuliner seafood dengan bahan dasar gurita, saat ini mulai dikenal luas di masyarakat. “Bisa diolah jadi sajian apa saja, termasuk sate gurita,” jelasnya.

Sementara itu, kepala Dusun pancer, Mudasar, mengungkapakan saat ini para nelayan di Pancer sedang menikmati musim tangkap gurita. “Biasanya musim gurita itu Oktober hingga puncak musim hujan,” cetusnya. (radar)

loading...