Padang Pasir dan Blibis Beroperasi Lagi

0
574

ROGOJAMPI – Dua lokalisasi di wilayah Kecamatan Rogojampi yang sudah ditutup oleh Pemkab Banyuwangi beberapa bulan lalu, ternyata masih tetap beroperasi. Kedua lokalisasi itu masih banyak didatangi oleh para hidung belang setiap malam. Kedua lokalisasi di Rogojampi itu adalah Padang Pasir di Desa Karangbendo dan lokalisasi Blibis di Desa Patoman. Papan penutupan yang pernah dipasang di kawasan tersebut, kini malah hilang.

“Perlu ada penanganan lagi,” ujar Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Rogojampi yang juga Wakil Ketua Pengurus Cabang NU Banyuwangi, H Nanang Nur Ahmadi kemarin (17/3). Nanang mengaku, pihaknya mendukung penutupan lokalisasi yang ada di wilayah Kabupaten Banyuwangi. Baginya, keberadaan tempat maksiat Cuma sekarang banyak yang beroperasi lagi,” katanya pada Jawa Pos Radar Banyuwangi.

Loading...

Nanang menyebut kedua lokalisasi di wilayah Kecamatan Rogojampi itu sudah ditutup. Muspika Rogojampi juga mendapat penghargaan dari Pemkab Banyuwangi, atas keberhasilannya dalam mengatasi lokalisasi tersebut. “Namun sekarang, Padang Pasir dan Blibis sudah buka lagi,” sebutnya. Nanang mengakui, memang tidak mudah untuk menutup lokalisasi. Tetapi pemerintah tetap harus melakukan kegiatan untuk mengurangi praktik prostitusi di Bumi Blambangan. “Kami dapat informasi, semua lokalisasi di Banyuwangi sudah buka lagi,” katanya.

Upaya pemerintah yang memberi kompensasi bagi para mucikari dan pekerja seks yang mau berhenti, lanjut Nanang, dinilai sudah bagus. Tapi, realisasi dari program dan pengawasan juga harus dilakukan agar dana yang sudah dicairkan tidak mubazir. “Bantuan sudah sering dilakukan, tapi orangnya tetap saja,” sebutnya. Menurut Nanang, untuk mengurangi angka pekerja seks di Banyuwangi, pendataan PSK dari luar daerah perlu dilakukan kembali. Bila ditemukan ada PSK  endatang, segera dipulangkan ke daerahnya. “Pendataan ini mampu mengurangi jumlah PSK,” katanya. (radar)

loading...


Kata kunci yang digunakan :