Pelabuhan Ketapang Ditutup, Kendaraan Terjebak Macet 16 Jam

0
296
Polisi lalu lintas sedang mangatur truk bermuatan berat yang akan menyeberang ke Bali terhenti di depan pelabuhan LCM, Desa Katapang, Kacamatan Kalipuro, siang kemarin.

Dampak Penutupan Pelabuhan Ketapang

KALIPURO – Akibat penutupan sementara pelabuhan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, arus kendaraan Surabaya-Banyuwangi macet selama 12 jam. Kemacetan itu terjadi mulai pukul 23.00 kemarin malam (3/8) dan baru berhasil diurai sekitar pukul 14.00 kemarin siang (4/8) atau macet selama 16 jam.

Meskipun aktivitas pelayaran dibuka kembali pada pukul 23.00 malam kemarin namun antrean masih terjadi di sepanjang jalan Gatot Subroto, Desa Ketapang hingga kemarin siang. Hingga pagi kemarin, ekor antrean kendaraan yang akan menyeberang ke Pulau Bali mengular hingga jembatan timbang Watudodol atau sepanjang tiga kilometer.

Sopir truk yang terjebak kemacetan hanya bisa menunggu gilirannya untuk masuk pelabuhan. Beberapa sopir truk sempat terlihat tidur pulas di dalam truk sehingga menyebabkan kendaraan yang ada dibelakangnya membunyikan klakson untuk membangunkan.

“Iya saya sempat tertidur soalnya lama sekali macetnya. Saya terjebak macet mulai subuh tadi pagi,” kata Huda, sopir truk asal Pasuruan. Untuk mengurai kemacetan Satlantas Polres Banyuwangi mengalihkan jalur kendaraan yang dari arah kota dialihkan menuju jalan lingkar Ketapang.

“Anterean kendaraan cukup panjang Kantong parkir di dalam pelabuhan PT. ASDP dan Landing Craft Machine (LCM) penuh kendaraan pribadi dan truk muatan berat,” ujar Kapolsek KPT. AKP Sudarmaji.

Untuk kelancaran kendaraan lebih cepat masuk pelabuhan, kepolisian mengutamakan jenis kendaraan mobil pribadi masuk pelabuhan. Sedangkan kendaraan barang diarahkan menuju pelabuhan LCM.

“Sementara jalur akan dialihkan agar lalu lintas di depan pelabuhan tidak terlalu padat,” ucap Satlantas Polres, AKP Ries Andrian. Kondisi cuaca di pelabuhan Ketapang-Gilimanuk cerah dan kondisi ombak normal sehingga untuk aktivitas penyeberangan bisa dilakukan.

Untuk antrean kendaraan roda dua dan roda empat pribadi yang akan menyeberang sudah lancar. Sedangkan untuk kendaraan besar masih antre sekitar satu kilometer. “Kemacetan sudah bisa diurai. Hingga antrean truk yang akan memasuki pelabuhan LCM masih mengekor hingga depan pintu keluar PT. ASDP,” kata Ries Andrian. (radar)

Loading...