Penambang Pasir Sungai Stail Keluhkan Gatal-Gatal

0
117
Pencari pasir di sungai Kalisetail Genteng harus melawan rasa gatal saat mencari pasir di dasar sungai

GENTENG – Pasca turun hujan deras dan debit air di Sungai Kalisetail tinggi, para pencari pasir di atas Bendungan Maron yang menjadi pembatas Desa Setail dan Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng terlihat ramai. Mereka mencari pasir yang menumpuk di dasar sungai.

Hanya saja, warga yang mencari pasir itu tidak mudah. Meski terlihat gampang dengan mengumpulkan pasir ke wadah penampungan, ternyata para penambang itu harus melawan rasa gatal-gatal. “Pasir lebih banyak setelah banjir itu,” cetus Misnali, 45, warga Dusun Jalen, Desa Setail, Kecamatan Genteng.

Loading...

Misnali mengaku sehari bisa mengumpulkan pasir sebanyak satu pikap. Untuk mengumpulkan pasir sebanyak itu, tidak hanya menyiapkan alat seperti sekrup atau ayakan, tapi juga harus menyediakan losion anti nyamuk. “Airnya gatal, kita harus menyiapkan losion,” katanya.

Penambang pasir lainnya, Ade Bagus Tirta, 20, mengungkapkan sebelum turun ke sungai biasanya mengolesi seluruh badanya dengan losion. Tapi tidak semua penambang pasir melakukan karena ada yang merasa tidak gatal. “Kalau saya bawa lima sachet losion,” terangnya.

Menyikapi banyaknya penambang pasir yang gatal itu, Kepala Puskemas Genteng Kulon, dr. Yos Hermawan, mengungkapkan kalau yang dialami para penambang pasir itu masih dalam kewajaran.

Menurutnya, air sungai memang cenderung tidak bersih karena bercampur dengan kotoran maupun aliran yang tidak jelas, dan itu menimbulkan gatal-gatal atau gangguan terhadap kulit. “Kalau sungai memang tidak bersih, jadi gatal-gatal,” jelasnya.

Untuk menghindari kemungkinan penyakit kulit yang parah, dia menganjurkan agar warga tidak segan memeriksakan diri ke Puskesmas. “Silakan datang ke Puskemas, kita periksa gratis kok,” jelasnya.(radar)

loading...