Pengerjaan Terminal Wisata Terpadu Dikebut

0
258
Sejumlah pekerja PT Hariz Tiga Putra sedang menyelesaikan pekerjaan atap. Proyek ini ditarget selesai pada 22 Desember 2017.

BANYUWANGI- Jelang berakhirnya tahun anggaran 2017, Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Penataan Ruang (CKPR) mengebut pekerjaan lanjutan proyek pembangunan terminal pariwisata terpadu senilai Rp 14,71 miliar. Kontrak pekerjaan konstruksi dengan pemenang lelang PT Hariz Tiga Putra akan berakhir pada 22 Desember 2017 atau sembilan hari sebelum tutup tahun anggaran.

Jika dihitung mulai hari ini, maka pihak pelaksana memiliki waktu 21 hari lagi untuk menuntaskan pekerjaan proyek tersebut. ”Saat ini, pekerjaan sudah mencapai 75 persen,” ungkap Kepala Dinas PU CKPR Mujiono.

Anggaran Rp 14,71 miliar itu, kata Mujiono, digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan pembangunan area parkir, pasar seni, oleh-oleh, pasar buah, batik, food court, dan dormitory. Selain itu, tahun ini juga dikerjakan pembangunan musala, toilet, air bersih, mekanikal elektrikal, landscape aksesibilitas, dan drainase.

Untuk diketahui, proyek terminal terpadu itu dibangun di bekas Pasar Sobo mulai tahun 2015 dengan anggaran awal sebesar Rp 4 miliar. Pada APBD 2016 anggaran ditambah sekitar Rp 8 miliar dan pada APBD 2017 ditambah lagi Rp 14,71 miliar.

”Kita siapkan kios-kios untuk para pedagang pasar sebelumnya. Namun, jualan disesuaikan dengan konsep pariwisata. Seperti jual kuliner, buah lokal, oleh-oleh, dan juga produk kesenian,” ungkap Mujiono.

Mujiono menambahkan, terminal terpadu ini akan menjadi pusat aktivitas pariwisata Banyuwangi. Tourist information centre (TIC), akan dipusatkan di sini. ”Selain dormitory, kios, dan los pasar, nantinya juga dibangun kafe, musala, counter agen perjalanan wisata, serta terminal pusat transportasi untuk menuju ke tempat-tempat pariwisata,” jelasnya.

Mujiono pun merinci jumlah dormitory tourism di dua gedung di kompleks terminal pariwisata terpadu tersebut berjumlah 18 kamar. Di kompleks tersebut juga akan disediakan terminal khusus angkutan wisata untuk tempat mangkal kendaraan. Misalnya minibus, trooper, maupun mobil jenis station wagon yang akan mengangkut penumpang ke berbagai destinasi wisata.

Loading...