Flash News
Home / Sosial / Pengurus NU Dilantik
  

Pengurus NU Dilantik

pengurusTEGALSARI – Jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi masa khidmat 2013-2018 dilantik di halaman Pondok Pesantren Mabadi’ul Ihsan, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, kemarin (9/6). Rangkaian acara pelantikan itu sendiri  berlangsung cukup ramai dan khidmat. Ribuan hadirin datang dari berbagai pelosok di Banyuwangi sejak pagi untuk mengikuti acara tersebut.

Selain didominasi para kiai pengasuh pesantren dan pengurus NU mulai cabang hingga ranting dan anak ranting.para utusan dari Badan Otonom (Banom) NU juga hadir, seperti Gerakan Pemuda Ansor, Fatayat NU, Muslimat NU, Ikatan Pelajar Putri NU, dan Ikatan Pelajar NU. Hadir juga para tokoh lintas agama, utusan dari organisasi massa Islam, jajaran forum pimpinan daerah, para ketua partai politik, serta para pejabat Pemkab Banyuwangi dan tampak pula anggota Komisi X DPR RI, Albert.

Sebelum mengikuti acara pelantikan, para tamu undangan yang hadir sejak pagi hari terlebih dahulu mengikuti peringatan Isra Mikraj, dengan pembicara Ustadz Ghofar dari Kecamatan Rogojampi. Sedang acara pelantikan sendiri dilakukan pada sore hari atau usai salat duhur. Sehingga selama sehari penuh, ribuan hadirin mengikuti acara di Pondok Pesantren Mabadi’ul Ihsan. Acara pelantikan sendiri dilakukan oleh Katib Syuriah Pengurus Wilayah (PW) NU Jawa Timur, KH. Safrudin yang hadir bersama Ketua Tanfi dziah PWNU KH. Hasan Mutawakil Alallah.

Sekadar tau, prosesi pelantikan sedianya dilakukan langsung oleh Ketua Tanfidziah Pengurus Besar (PB) NU KH. Said Aqil Siradj. Tapi yang bersangkutan datang terlambat karena masih harus mengikuti prosesi pemakaman Ketua MPR RI alm. Taufi q Kiemas. Namun tak lama usai prosesi pelantikan, Said Aqil tiba di lokasi acara bersama Ketua Asosiasi Kepala Daerah dan Wali Kota se Indonesia yang juga Bupati Kutai Timur, Kalimantan Timur, Isran Noor.

Dalam sambutannya kemarin, Said Aqil mengaku bangga dengan pelantikan PCNU Banyuwangi yang dilakukan di pesantren. “Ini sesuai dengan instruksi saya, agar semua kegiatan dilakukan di pesantren,” tuturnya. Said juga berpesan, agar PCNU Banyuwangi tetap semangat  menjalankan program organisasi khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan, yang saat ini juga menjadi prioritas PBNU.

Bahkan Said menyampaikan bahwa saat ini PBNU terus berusaha mendirikan Universitas NU (UNU) di sejumlah kota di Jawa dan luar Jawa. “Saat ini sudah berdiri lima UNU, Insyaallah 2015 nanti sudah berdiri sepuluh,” tandasnya. Masih di bidang pendidikan, Said juga menyebutkan bahwa kerja sama program beasiswa dengan sejumlah perguruan tinggi di luar negeri juga terus dilakukan. Bahkan tawaran beasiswa bagi pelajar NU juga terus mengalir.

“Banyak-banyak sekali tawaran beasiswa, Universitas Harvard, Australia, di Timur Tengah, banyak yang memberikan tawaran ke PBNU,” sebutnya. Di luar masalah pendidikan dan kesehatan, Said juga mengajak kepada semua jajaran pengurus dan warga NU, agar dalam berdakwah selalu meneladani para pendirinya, seperti KH. Hasyim As’ary, KH. Wahab Hasbullah, KHR. As’ad Syamsul Arifi n, serta sejumlah kiai lainnya. Yaitu dalam berdakwah selalu menggunakan cara yang elegan, dengan mengedepan prinsip keseimbangan, toleran dan adil. “Tidak menggunakan kekerasan dan bom,” tandasnya. (radar)

Komentar Anda

About sidekick

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top