Perawat RSAH Kerja di Dubai

0
773

PERAWATTiap Bulan Terima Gaji Seribu Dolar

GENTENG  Menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Banyuwangi, khususnya bagi Rumah Sakit Al Huda (RSAH) Genteng, karena para perawatnya berkesempatan bekerja di rumah sakit di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Kemarin (19/8), enam perawat dari RSAH dan RS Bina Sehat (RSBS) Jember diberangkatkan untuk bekerja di Belhoul Speciality Hospital Dubai. Menariknya, pemberangkatan enam perawat tersebut diantar oleh orang tua mereka menuju Bandara Juanda sebelum terbang menuju Dubai.

”Pemberangkatan enam perawat untuk bekerja di Belhoul Hospital Dubai ini masih tahap awal. Masih banyak perawat yang akan berangkat bekerja ke Dubai, tinggal menunggu proses saja,” ujar dr Faida MMR, CEO RS Al Huda Genteng sekaligus Direktur RS Bina Sehat Jember. Dikatakan, perawat tersebut akan bekerja selama dua tahun dengan menerima gaji sebesar 1.000 dolar per bulan. ”Kerjasama mengenai perekrutan dan pelatihan tenaga perawat Indonesia ini telah dirintis sejak Oktober 2006.

Ini diawali kesepakatan kerjasama antara Belhoul Life Care Dubai dan RS Bina Sehat Jember dan RS Al Huda dan ditindaklanjuti dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada bulan Maret 2012 dengan dr. Juma Khalfan Belhoul selaku Chairman Belhoul Life Care. Penandatangan itu disaksikan oleh Konsul Jenderal RI Dubai, Mansyur Pangeran dan Direktur Belhoul Speciality Hospital Dubai, Jalal Hafeedh. “Enam perawat ini akan ditempatkan di Belhoul Speciality Hospital,” paparnya.

Enam perawat yang beruntung tersebut adalah Yeni Susanti, perawat RS Al Huda alumnus AKPER Rustida Krikilan Banyuwangi; Elis Musfarida, alumnus AKPER Rustida Krikilan Banyuwangi, Reni Retnowati, perawat Rumah Sakit Bina Sehat Jember alumnus AKPER Lumajang; Ike Damayanti, alumnus AKPER Pemkab Trenggalek; dan Diana Neng Agustin, alumnus AKPER Depkes Malang. Selain itu masih ada Arisa Umami, alumnus AKPER Lumajang yang selama ini mereka sudah lulus dalam serangkaian test seleksi.

Loading...

Termasuk lulus pemberkasan dan kesiapan dokumen. “Tidak lama lagi, keberangkatan mereka ke Dubai akan diikuti perawat lain yang masih menunggu proses pemberkasan. Enam perawat tersebut sudah menandatangani kontrak kerja dengan durasi kontrak selama 2 tahun dengan gaji awal US $ 1.000 per bulan,” paparnya. “Permintaan akan perawat Indonesia di negara timur tengah seperti Kuwait, Saudi Arabia, dan Dubai khususnya sangat besar dan peluangnya terbuka lebar.

Kebutuhan awal 100 perawat Indonesia yang telah disepakati untuk Belhoul Speciality Hospital Dubai,” ujarnya. Ditegaskan, perawat-perawat yang bekerja di Dubai ini akan menjalankan duta Indonesia dengan menjadi perawat profesional yang siap bersaing dengan perawat negara lain yang saat ini masih didominasi perawat dari India dan Philipina. “Perawat ini sudah punya pengalaman kerja dan sudah mengikuti pelatihan di Bina Sehat Training Center Jember,” ujarnya.

Faida menambahkan, pemberangkatan enam perawat ini merupakan perawat Indonesia pertama yang secara resmi dapat diterima bekerja di Dubai. Sebelumnya juga telah telah berhasil mengirim 33 perawat ke Kuwait dan 112 perawat serta 1 fi sioteraphist ke Saudi Arabia. “Total ada 146 orang. Sukses ini adalah bentuk perjuangan dan sinergi bersama dengan pihak terkait seperti organisasi profesi Persatuan Perawat nasional Indonesia (PPNI), Institusi Kesehatan AKPER, Dinas Tenaga Kerja dan Trasmigrasi, Konsulat Jenderal (KJRI), dan Pemerintah Kabupaten,” paparnya.

Terpenting, kata Faida, adalah dukungan dan motivasi dari pihak keluarga sangat diperlukan. “Harapannya mereka yang telah bekerja di Dubai mendapatkan International experience baik skill maupun knowledge. Ini berkaca dari senior-senior mereka yang telah kembali dari Kuwait ataupun Saudi Arabia dan sudah be kerja di RS Al Huda dan RS Bina Se hat yang mampu meningkatkan pengetahuan bagi dirinya maupun sejawatnya,” ujarnya.

Sekaligus mampu meningkatkan taraf ekonomi keluarga. Beberapa diantaranya bisa menunaikan umroh dan haji. Membangun body, mind, dan soul menjadi misi khusus program pengiriman tenaga perawat ke luar negeri ini,” ujar Faida. Untuk informasi lebih lanjut terkait pelatihan perawat Indonesia ke luar negeri ini bisa menghubungi sekretariat RS Al Huda Genteng Banyuwangi   (radar)

Loading...

Kata kunci yang digunakan :