Peringati Harjaba ke-246, Baznas Khitan 22 Anak Duafa di Rogojampi

0
101
Loading...
Komisioner Baznas Banyuwangi, H.Lukman Hakim (kanan) bersama Ketua DPD PPNI Banyuwangi, DR.Sismulyanto (dua dari kanan) dan perwakilan IDI saat melihat langsung prosesi khitan dhuafa.

BANYUWANGI – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Banyuwangi menyelenggarakan khitan dhuafa, Minggu (17/12). Kegiatan yang diselenggarakan di Pondok Pesantren AtTaubah, Sritanjung Rogojampi itu diikuti 22 anak di seluruh Kecamatan Rogojampi.

Komisioner Baznas Banyuwangi, H. Herman Suyitno mengatakan, kegiatan khitan dhuafa tersebut untuk kesekian kalinya yang diselenggarakan oleh Baznas, bekerjasama dengan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Banyuwangi, dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Banyuwangi.

“Semoga sinergitas dan kerjasama dalam membantu da meringankan beban masyarakat dhuafa di Banyuwangi terus terjalin dengan baik,” ujarnya. Kegiatan khitan dhuafa tersebut, jelas Herman juga sekaligus bagian untuk memperingati Hari Jadi Banyuwangi (harjaba) ke-246 tahun. Semoga kegiatan ini juga memberikan manfaat kepada seluruh warga Banyuwangi terutama para dhuafa yang ada di kecamatan Rogojampi.

Baznas, jelas Herman mempunyai lima program unggulan. Diantara program itu yakni Banyuwangi Sehat, yakni mendampingi masyarakat fakir miskin yang jatuh sakit dan membutuhkan biaya.

Program kedua adalah Banyuwangi Cerdas, yaitu kegiatan bantuan pendidikan bagi warga miskin yang secara ekonomi tidak mampu, dan mempunyai keinginan untuk melanjutkan jenjang pendidikan hingga perguruan tinggi.

“Jadi mohon jika ada anak fakir miskin yang terkendala biaya untuk sekolah atau kuliah, bisa langsung menghubungi Baznas. Nanti akan kita survey dan kita bantu jika memenuhi kriteria,” jelasnya.

Selain itu juga ada program, Banyuwangi Makmur. Yakni memberikan modal kepada dhuafa yang mau bekerja untuk membuka usaha di bidang perdagangan maupun peternakan. Melalui progran Banyuwangi makmur, Baznas akan memberikan layanan penguatan ekonomi dana stimulus. Program ini juga salah satu upaya untuk memutus mata rantai rentenir yang mengikat para dhuafa.

Selanjutnya juga ada program Banyuwangi Taqwa. Yani program kegiatan membantu Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) yang ada di pelosok desa dan memberikan insentif kepada guru ngaji di kampung-kampung serta membantu sarana belajar santri.

“Tahun ini kami juga melaksanakan program Rantang Dhuafa. Dimana kami anggarkan Rp. 300 ribu perbulan untuk membantu kualitas peningkatan gizi janda dhuafa yang dihantar setiap hari,” terangnya.

Sementara itu, Ketua DPD PPNI Banyuwangi, DR. Sismulyanto mengaku berterimakasih dan sangat mendukung program-program Baznas dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Pihaknya juga siap bersinergi jika ada kegiatan lainnya.

“Kami justru sangat senang bisa terlibat dalam kegiatan mulia ini. Semoga kegiatan ini dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” ujarnya.

Ketua IDI Cabang Banyuwangi, dokter Yos Hermawan juga mengaku siap bersinergi dan mendukung program Baznas dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. “Ini acara kesekian kalinya yang bekerjsama dengan Baznas. Intinya kami senang bisa berbagi dan bermanfaat bagi sesama,” tandasnya.

Kegiatan khitan dhuafa juga akan diselenggarakan kembali pada Rabu (20/12) bertempat di Desa Bangsring, kecamatan Wongsorejo.(radar)

Loading...