Peserta Jalani Tes Egrang dan Wushu

0
396
Seorang pendaftar PPDB jalur mandiri menjalani tes wushu di SMAN 1 Glagah, kemarin.

HARI kedua pelaksanaan PPDB jalur mandiri kemarin (13/6) masih cukup ramai. Meski hanya menyediakan 10 persen dari pagu total sekolah, puluhan pendaftar tetap mencoba peruntungan melalui jalur mandiri.

Para pendaftar jalur ini ada yang memiliki prestasi, baik akademik, nonakademik, maupun kurang mampu. Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi di SMPN 1 Giri, cukup banyak siswa yang sedang diuji kemampuan nonakademiknya. Ada yang melakukan tes menyanyi, tes lari, tes bermain basket serta bola voly dan bermain egrang.

Semuanya diuji di dekat aula sekolah yang menjadi lokasi pendaftaran. Penguji prestasi nonakademik SMPN 1 Giri, Dedi Susanto mengatakan, dari awal pendaftar yang didominasi oleh pemegang prestasi nonakademik. Mulai dari olahraga umum, olahraga tradisional hingga seni.

Semua siswa itu langsung divalidasi dengan diuji materi praktik dari kemampuan nonakademik yang mereka miliki. “Yang akademik juga ada seperti sains dan matematika, mereka kita beri soal. Ada gurunya sendiri yang menguji. Kalau yang prestasi olahraga, seperti karate, taekwondo, voli dan basket kita uji langsung di sini,” terang Dedy.

Dalam pengujian itu, kerap terkendala sarana pengujian untuk siswa yang menjadi juara di beberapa cabor seperti renang atau selam. Panitia tidak melakukan pengujian di kolam renang. Untuk mempersingkat waktu, dia memilih berkoordinasi langsung dengan pengurus cabor terkait kemampuan yang dimiliki oleh siswa tersebut.

Mereka yang lolos validasi akan lagsung di skor s sesuai dengan piagamnya. Selain olahraga biasa, kali ini banyak peserta dari olahraga tradisional yang datang. Ada engrang, ada pula yang membatik. Tapi ada juga yang langsung lolos.

Syaratnya harus ada rekomendasi dari Kepala Dinas dan prestasinya setingkat O2SN, PON, Popnas, PORSD atau Porprov,” tegas Dedy. Ketua Panitia PPDB SMPN 1 Giri, Dardiri menambahkan, ada sekitar 66 siswa yang mendaftar di dua hari pertama.

Selain jalur prestasi, pada jalur mandiri itu juga diuji terkait sosial ekonomi. Yaitu masyarakat kurang mampu dan masyarakat yang domisilinya dekat dengan sekolah. “Sementara kemarin skor minimum 375 dan yang paling tinggi 750,” terangnya.

Sementara itu, di SMPN 1 Banyuwangi para siswa yang mendaftarkan diri ada yang mengajukan bukti tertulis dari prestasi yang mereka miliki. Sementara untuk validasi dari piagam atau sertifikat yang mereka miliki akan dilakukan pada hari ini (14/6).

“Di sini untuk pengujian prestasi siswa kita lakukan terakhir. Jadi yang keluar saat ini skor sementara dari piagam yang belum divalidasi. Jumlahnya masih bisa berubah. Sementara terendah skornya 200 dan tertingi 650,” ujar Wakasek SMPN 1 Banyuwangi, Hasan Basri. (radar)

Loading...