Budaya, Pemerintahan|March 29, 2012 1:00 pm

Pilkades , Berkostum Drama

BANGGA: Camat Singojuruh Nanik Machrufi berpose bersama tiga kandidat Kepala Desa Kemiri (kanan).Panitia pilkades mengenakan kostum drama.

SINGOJURUH–Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kemiri, Kecamatan Singojuruh, Senin (26/3) lalu, mengundang decak kagum berbagai kalangan. Pasalnya, kondusitivitas masyarakat tetap terjaga, mulai sebelum sampai sesudah proses pemungutan suara. Tidak hanya itu, animo masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya juga sangat tinggi.

Hal lain yang tidak kalah membanggakan adalah sikap tiga calon kepala desa (Cakades), yakni Santoso alias Pali, Adi Cahyono, dan Panti Utomo, yang bersaing dalam pilkades kali ini. Mereka sukses mengendalikan massa pendukungnya, untuk menghormati apapun hasil penghitungan suara. Tak pelak, gesekan antar pendukung masing-masing calon dapat dihindari.

“Alhamdulillah, berkat dukungan dan kerja sama yang baik dari seluruh pihak, pilkades kali ini berjalan lancar,” kata Ketua Panitia Pilkades Kemiri, Haerudin, kemarin. Sekadar diketahui, jumlah penduduk yang tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 3.657 orang. Dari jumlah itu, 2.896 orang atau 79 persen menggunakan hak pilihnya. Berdasarkan hasil  perhitungan suara, Panti berhasil meraih dukungan sebanyak 1.712 suara.

Dia unggul telak dari Santoso, yang meraih 960 suara, dan Adi Cahyono yang memperoleh dukungan 118 suara. Sedangkan 106 suara yang lain, dinyatakan tidak sah. Tak ayal, Camat Singojuruh, Nanik Machrufi menyanjung kesuksesan pilkades di desa yang terdiri dari tiga dusun tersebut. Bahkan, Nanik menilai, pelaksanaan pilkades Kemiri patut dicontoh oleh warga masyarakat desa lain.

“Pelaksanaan pilkades Kemiri sangat tertib, kondusivitas masyarakat juga terjaga. Ini prestasi yang patut dibanggakan. Saya berharap, masyarakat desa lain mencontoh kedewasaan berdemokrasi warga Desa Kemiri,” ungkapnya.

Camat Nanik menjelaskan, dengan situasi yang seperti ini, pihaknya optimistis pembangunan di Desa Kemiri akan berjalan optimal. “Kami berterima kasih kepada semua elemen, baik tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta masing-masing calon, yang telah mampu menjaga ketertiban, selama masa kampanye sampai proses penghitungan suara berakhir,” paparnya.

Sementara itu, ada yang unik dari pelaksanaan pilkades, Senin lalu. Itu terlihat dari pakaian yang digunakan seluruh panitia pemungutan suara. Mereka mengenakan pakaian dengan warna-warna mencolok, yang belakangan diketahui merupakan kostum seni drama kebanggaan masyarakat Desa Kemiri.

“Dengan mengenakan kostum seni drama, panitia pilkades telah ikut berperan menggairahkan dan menggugah kecintaan warga sekitar terhadap kesenian yang mereka miliki,” pungkas Nanik.(radar)

Kabar Terkini Seputar Banyuwangi

↑ Grab this Headline Animator

Kata kunci yang digunakan :

Komentar Anda

Tags: ,
  • Share this post:
  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • Digg
Sudah Baca Ini ..?close