Polisi Sebut Pesilat Meninggal Karena Sakit

0
189
Nur Febri Hidayatul Ismi

CLURING – Meninggalnya Nur Febri Hidayatul Ismi, 16, peserta pencak silat asal Dusun Sumberkepuh, RT 3, RW 1 Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo, setelah bertanding di Dusun Trembelang, Desa/Kecamatan Cluring, oleh polisi disebut karena sakit.

Kapolsek Cluring, Iptu Bejo Madreas, mengatakan dari hasil rekam jejak medis menyebut korban itu meninggal karena sakit. Itu berdasarkan keterangan dokter di RS Al Huda Genteng yang menyebut ada cidera paru-paru hingga menyebabkan keluarnya lendir bercampur darah.

Loading...

“Korban sesak napas dan darah itu menyumbat Jantung sehingga Missi jantung terganggu,” katanya. Untuk memastikan apakah kematian korban disebabkan karena dipukul, Bejo mengaku telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk teman-teman korban dan keluarga korban.

“Pelatih pendamping serta rekan korban menyebut kalau korban itu punya riwayat sakit asma. Saat bertanding di Jember beberapa waktu lalu, korban juga sesak napas dan mimisan,” ujarnya.

Keterangan dari teman korban itu, terang dia, sebenarnya belum membuatnya puas. Akhirnya, meminta keterangan keluarga korban. “Keluarga korban mengizinkan ikut bertanding, dan keluarga menerima musibah itu,” jelas kapolsek.

Berdasar keterangan tim medis dan keterangan sejumlah saksi, termasuk keluarga korban, polisi menyebut kasus kematian Nur Febri Hidayatul lsrni bukan karena pencak silat. “Korban meninggal karena karena penyakit yang diderita,” ungkapnya.

Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, Nur Febri Hidayatul Ismi, siswa pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting SMAN 1 Tegaldlimo, meninggal sekitar pukul 21.30, Sabtu (13/5).

Korban itu meningal saat mengikuti pertandingan krida siswa III PSHT Cabang Banyuwangi yang diadakan di Padepokan PSHT di Dusun Trembelang, Desa/Kecamatan Cluring. (radar)

loading...

Kata kunci yang digunakan :