Resmikan BI Corner di Kampus Untag

0
150
Andang diapit Erawanto (kiri) dan Bunyamin di BI Corner Kampus Untag.

BANYUWANGI – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jember membuka BI Corner di kampus merah putih Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi. BI Corner yang ditempatkan di ruang perpustakaan Untag itu diresmikan kemarin pagi (29/9). Pemotongan pita dilakukan bersama-sama oleh Rektor Untag, Drs. Andang Subaharianto, MHum; Deputi Kepala Perwakilan BI Jawa Timur, Erawanto; dan Kepala Perwakilan BI Jember, Ahmad Bunyamin.

Dalam pidato sambutannya, Erawanto mengatakan, BI sengaja membuat BI Corner di sudut-sudut tempat di Indonesia. Terutama di perguruan tinggi. BI Corner itu tidak hanya untuk menjelaskan kegiatan BI. Melainkan juga menjadi sarana sosialisasi, ungkap dia, bagaimana peran dan kiprah BI dalam tatanan kenegaraan. “Harapannya, ini tidak sekadar pojok dengan tulisan BI Corner,” ujarnya.

BI melalui BI Corner, harap Erawanto, bisa membantu mahasiswa untuk mengakses jendela dunia. Sebab, BI Corner memiliki link dengan perpustakaan di kantor BI. Saat ini, perpustakaan BI telah menerima penghargaan nasional, karena lengkap koleksinya dan mudah diakses. “Intinya, ini adalah awal dari serangkaian potensi kerjasama, khususnya antara Perwakilan BI Jember dengan Untag Banyuwangi,” tandasnya.

Selain peresmian BI Corner, kemarin pagi juga ditandatangani memorandum understanding (MoU) antara Kepala Perwakilan BI Jember, Ahmad Bunyamin dengan Rektor Untag Banyuwangi, Andang Subaharianto di ruang F4.

Loading...

Penekenan MoU itu disaksikan Deputi Kepala Perwakilan BI Jawa Timur, Erawanto. Selain itu, tiga wakil rektor Untag, para dekan, dosen, dan mahasiswa. Kerjasama yang dijalin tidak hanya berupa fasilitas BI Corner di ruang perpustakaan kampus Untag. Tetapi, ada juga kerjasama program “Indonesia Cerdas” dengan kegiatan Bank Indonesia Mengajar.

Usai penandatanganan MoU dan peresmian BI Corner, dua pemateri; Khaidir dan Dedy Prakarsa dari Perwakilan BI Jember langsung memberikan sosialisasi di hadapan akademisi dan mahasiswa Untag.

Khaidir memaparkan materi tentang kebanksentralan dan sistim pembayaran. Sedangkan Dedy, narasumber yang merupakan alumni Untag tahun 2013, menjelaskan tentang ciri-ciri keaslian uang rupiah.

Paparan keduanya disimak dengan antusias oleh mahasiswa. Bahkan, lima mahasiswa jurusan manajemen Fakultas Ekonomi Untag sempat mengajukan pertanyaan. Kepada lima mahasiswa yang bertanya itu, BI memberikan hadiah souvenir cantik.

Rektor Untag, Andang Subaharianto mengaku yakin bahwa BI dan Untag Banyuwangi memiliki misi yang sama terkait dengan cita-cita proklamasi bangsa Indonesia sesuai domain masing-masing.

Untag dan BI menandatangani MoU untuk saling mendukung, tutur dia, apa yang menjadi tugas masing-masing dalam rangka pembangunan masyarakat dan bangsa Indonesia. “MoU ini adalah dalam rangka men-support. Jadi bukan sekadar nanti ada pojok Bank Indonesia, bukan juga sekadar supaya masyarakat Banyuwangi mengetahui,” katanya.

Andang berharap, banyak hal yang bisa disinergikan antara kepentingan Untag dengan BI dalam rangka mengawal Tri Dharma perguruan tinggi. Ke depan akan ada banyak hal yang bisa dikembangkan. Bukan hanya untuk kepentingan pembelajaran atau pendidikan, tetapi juga riset.

“Mudah-mudahan penandatanganan MoU antara Untag dengan Bank Indonesia ini, akan benar- benar bermanfaat dan bisa bersinergi untuk kepentingan negeri, masyarakat dan bangsa,” harapnya.

Diakui, kampus Untag sengaja dibuka supaya banyak orang datang untuk memberikan inspirasi. “Meski Untag berada di kabupaten dan jauh dari ibukota Republik Indonesia, tetapi punya semangat, motivasi, statuta, dan mimpi, yang tidak kalah dengan perguruan tinggi lain,” tegas rektor.(radar)

loading...