Sensasi Jazz di Alam Terbuka

0
139
Penonton menikmati irama musik jazz di panggung terbuka Jiwa Jawa Resort tadi malam.

LICIN – Hari pertama Ijen Summer Jazz yang dihelat di amphitheater Jiwa Jawa Resort, Kecamatan Licin berlangsung penuh keakraban, tadi malam (6/10). Musisi dan penonton bisa saling berinteraksi. Lokasi pementasan jazz yang sejuk menambah kesyahduan penonton dalam menikmati musik berkelas tersebut.

Ruang terbuka Jiwa Jawa Resort memberikan tempat bagi semburat seni tradisional Banyuwangi dan permainan musisi jazz dari berbagai komunitas yang hadir tadi malam. Ijen Summer Jazz tahun ini digelar dua hari berturut-turut, yakni tanggal 6 dan 7 Oktober 2017.

Pergelaran ini menyuguhkan kesenian musik Oseng yang dipadukan dengan musik jazz, membuat para pengunjung serta tamu undangan dibuat semakin penasaran. Acara dibuka dengan tari kesenian Paju Gandrung dan Barong Oseng, tepat pukul 16.00. Selanjutnya, pengunjung disuguhkan dengan penampilan Student Jazz Banyuwangi yang sudah dipersiapkan untuk menjadi pembuka acara.

ljen Summer Jazz tersebut dipandu langsung oleh kakak-beradik Butet Kertaradjasa dan Djaduk Ferianto. Kesan humor dan menggelitik menghiasi tawa pengunjung serta tamu undangan saat kedua host tersebut mengeluarkan joke-joke segar.

Ijen Summer jazz menampilkan grup NonaRia yang tampil bersama Bonita dengan menyanyikan enam lagu. Kemudian dilanjutkan dengan penampilan vokalis Luanada feat Mathew Sayersz.

Loading...
Grup NonaRia tampil pertama dalam pergelaran Ijen Summer Jazz yang berlangsung di amphitheater Jiwa Jawa Resort Ijen tadi malam.

Setelah itu, pengunjung serta para tamu undangan akan sulit untuk melewatkan penampilan dari Sri Hanuraga Trio feat Dira Sugandi yang menjadi penutup rangkaian hari pertama Ijen Summer jazz.

Meski sempat turun hujan, Ijen Summer Jazz tetap meriah. Acara ditunda sementara karena hujan gerimis. Kemudian pengunjung serta tamu undangan dipersilakan oleh MC untuk melihat-lihat koleksi galeri lukisan dan foto sembari menunggu hujan reda.

“Hujan ini berkah dan diharapkan acara Ijen Summer Jazz tetap konsisten dan menjadi salah satu festival yang selalu ditunggu para penikmat musik jazz,” ujar Djaduk. Butet mengatakan, grup musik NonaRia kerap membawakan lagu-lagu jaman dulu (jadul) karena lebih mengena dan pengunjung juga banyak yang ikut bernyanyi.

Lagu tersebut dibalut dengan musik jazz yang indah serta mampu menghipnotis para pengunjung. “Penonton sangat tertarik dengan penampilan grup NonaRia karena sang vokalis sanggup bernyanyi sekaligus memainkan drum,” kata Butet. (radar)

loading...