Tambang Pasir Menggila, Sungai Kalibaru Disedot dan Dikeruk

0
609

SILIRAGUNG – Praktek penambangan pasir di wilayah Kecamatan Siliragung semakin hari semakin menggila. Buktinya, sungai Kalibaru di Dusun Krajan, Desa Barurejo yang menjadi pembatas dengan Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo disedot dan dikeruk untuk diambil pasirnya.

Tambang pasir tersebut akan terlihat jelas dari seberang sungai yang masuk Wilayah Desa Kebondalem. Di lokasi itu, terlihat deretan dump truck yang sedang antre untuk mendapatkan pasir.

“Penambangan pasir itu sudah berlangsung lama. Itu kerjanya mulai pagi hingga sore,” cetus Rahmad, warga Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo.

Loading...

Dari seberang sungai terlihat penambangan pasir yang ada di sungai Kalibaru itu dilakukan dua cara, yakni di bagian selatan menggunakan beberapa mesin sedot, dan langsung dihubungkan dengan dump truck melalui paralon.

Sedang penambangan pasir lain di sebelah utara. Di tempat ini, penambang pasir mengerahkan dua mesin berat. Kedua mesin berat itu mengeruk bibir sungai hingga tampak rusak parah.

Kepala Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung, Baidowi, saat dikonfirmasi menyatakan tambang pasir di Sungai Kalibaru itu tidak ada izinnya alias illegal. “Itu (tambang pasir) pamit saja tidak kok izin,” katanya.

Baidowi mengaku sudah pernah mengirim surat pada penambang pasir untuk menghentikan kegiatannya. Tapi, surat yang pernah dikirim itu ternyata juga tidak pernah digubris.

“Saya dapat laporan tambang pasirnya dengan mesin sedot dan mesin berat,” ungkapnya.

Loading...

Baca Juga :