Hukum, Sosial|May 19, 2012 7:04 pm

Tertelan ATM, Rp 23 Juta Amblas

KIRI-KANAN: Novi Andika Sari, Yuni Rosita Sari, dan Mahrus, di Mapolse Glenmore kemarin.

GLENMORE – Penipuan dengan jumlah kerugian mencapai puluhan juta rupiah terjadi di ATM BCA Hotel Minak Jinggo, Kecamatan Glenmore, pukul 16.00 kemarin. Korbannya adalah Novi Andika Sari, 24, warga Dusun Krajan, Desa Karang Harjo, Kecamatan Glenmore. Uang senilai Rp 23,6 juta yang disimpan di rekening BCA miliknya mendadak amblas. Ceritanya, sore itu Novi yang tercatat sebagai mahasiswi Untag 1945 Banyuwangi itu hendak melakukan transaksi di ATM tersebut.

Saat itu, putri kepala Desa Karang Harjo itu mengajak adiknya, Yuni Rosita Sari, 22. Tetapi, usai memasukkan kartu, ternyata mesin ATM-nya ngadat. Layar monitor di mesin itu langsung error. Novi makin panik manakala kartu ATM miliknya tidak bisa dikeluarkan dari mesin tersebut. Padahal, nomor PIN ATM sudah telanjur diketik. Nah, dalam kondisi seperti itu tiba-tiba ada seorang pria yang tidak dia kenal masuk ke ruang ATM. Kemudian, orang tersebut meminta Novi menghubungi nomor telepon yang sudah ditempel di ATM.

Menurut orang itu, nomor tersebut merupakan call centre  resmi ATM BCA. Lantaran sudah telanjur panik, Novi langsung menghubungi nomor 082 130 302 888 seperti yang ditempel di dekat keyboard ATM. ‘’Hubungi nomor itu saja, Mbak,” ujar Novi menirukan  ucapan pria tersebut. Tanpa curiga, dia langsung menghubungi call centre tersebut. ‘’Selamat sore Ibu, ada yang bisa dibantu. Ini call centre Bank BCA.” ujar Novi  menirukan kata-kata orang yang dia hubungi itu.

Menerima ucapan itu, Novi langsung menceritakan persoalan yang dia alami. Akhirnya, orang tersebut meminta menekan tombol PIN beberapa kali. Meski begitu, ternyata kartu ATM  tetap tidak bisa keluar. ‘’Saya diminta pencet PIN tiga kali, saya ikuti petunjuk itu,” kenangnya. Setelah upaya itu gagal, orang tersebut memberikan petunjuk bahwa ATM miliknya sementara diblokir. Uang yang ada di dalam ATM aman. Kemudian, Novi mendatangi kantor bank BCA di Genteng.

Namun, belum sampai ke bank yang beralamat di Jalam Gajah Mada, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, tiba-tiba dia menerima telepon bahwa bank ternyata sudah tutup. ‘’Saya masih di SPBU Dusun Curah Tangi, Desa Setail. Saya ditelepon suruh balik saja. Katanya bank sudah tutup, besok saja kembali mengurus di bank,’’ kata Novi.

Novi baru menyadari menjadi korban penipuan pada esok harinya. Dia kaget bukan kepalang saat mengecek saldo tabungan di BCA. Setelah dicek, uang di rekeningnya hanya tersisa Rp 29 ribu. ”Saya baru sadar tertipu setelah melihat rekening,” ujar Novi. Kapolsek Glenmore, AKP Subardi mengatakan, kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Menurut kapolsek, kasus yang menimpa Novi itu merupakan modus lama. ‘’Itu modus lama. Kerap terjadi di Jember dan Banyuwangi,” kata Subardi. (radar)

Kabar Terkini Seputar Banyuwangi

↑ Grab this Headline Animator

Kata kunci yang digunakan :

Komentar Anda

Tags: ,
  • Share this post:
  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • Digg