Tinggi Ombak 3 Meter, Nelayan Libur Melaut

0
704

KALIPIIRO – Cuaca buruk di Selat Bali sangat dirasakan warga kampung nelayan di Lingkungan Krajan, RT 2/RW 3, Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro. Sudah sejak sepekan terakhir, nelayan berhenti melaut.

Salah seorang nelayan setempat, Jarno, 49, mengatakan, kondisi cuaca di Selat Bali sangat tidak bersahabat. Selain angin kencang, ombak di tengah laut juga lumayan tinggi dan cukup berbahaya bagi keselamatan para nelayan.

“Ombak di tengah lautan bisa mencapai tiga meter,” ungkapnya. Apalagi, dalam sepekan terakhir arus air laut juga cukup kuat, bergerak ke arah selatan. Jika dipaksakan melaut, bisa dipastikan perahu nelayan akan terseret arus ke selatan dan terombang-ambing gelombang tinggi.

Loading...

“Daripada celaka, mendingan libur melaut dulu menunggu cuaca kembali normal,” jelasnya. Jika kondisi cuaca normal, kata Jarno, nelayan di pantai Bulusan bisa menangkap ikan dengan cara memancing.

Para nelayan biasanya berangkat setelah santap sahur dan pulang ketika hari sudah mulai sore. Selama seharian itu nelayan mampu menangkap ikan dengan berat antara sepuluh hingga belasan kilogram.

Jika beruntung dan nasib sedang mujur, ikan tangkapan nelayan juga bisa lebih dari 20 kilogram. Jenis ikan di Selat Bali juga cukup bervariasi, mulai jenis ikan bakaran biasa hingga jenis ikan ekspor seperti kerapu dan tengiri dengan harga di atas Rp 100 ribu per kilogramnya.

“Kalau dapat ikan jenis bakaran biasa seperti kakap merah, pogot paling harganya hanya sekitar Rp 35 ribu perkilogram,” tandasnya. Karena libur melaut, warga memilih memperbaiki perahu dan alat tangkap.

Hl itu dilakukan dalam rangka merawat dan mempersiapkan peralatan melaut. Jika Sewaktu-Waktu kondisi normal, nelayan juga akan kembali melaut. “Semoga saja cuacanya lekas kembali normal. Kalau masih seperti ini sampai menjelang lebaran, utang akan makin numpuk,” tandasnya. (radar)

loading...