Usai Tinjau Dam, Bupati Serahkan Bantuan

0
294
Bupati Anas, ketua Komisioner Baznas Samsudin Adlawi dan sejumlah pejabat pemkab meihat langsung kondisi sungai di Gang Sawo, Dusun Maduran, Kecamatan Rogojampi. kemarin (9/5).

Korban Banjir Kampung Maduran masih Trauma

ROGOJAMPI – Sehari setelah rumahnya direndam banjir, warga di gang Sawo, Dusun Maduran, Desa/Kecamatan Rogojampi mulai bersih-bersih rumah dan perabot rumah tangga, kemarin.

Ada yang menjemur perabot rumah tangga, kursi, meja, lemari, dan kasur. Praktis, depan rumah warga dan di gang jalan masuk penuh dengan jemuran perabot rumah tangga. Sebagian warsa yang tinggal di sepanjang aliran sungai lungun, juga masih waswas tatkala mendung hitam menggelayut dan terjadi hujan ringan.

Bupati Anas menyerahkan bantuan kepada korban banjir di Gang Sawo, Dusun Maduran, Kecamatan Rogojampi. kemarin (9/5).

“Saya masih sering khawatir dan tak enak tidur, kalau masih sering turun hujan, takut banjir dan tiba-tiba masuk ke dalam rumah,” cetus Nanang salah seorang warga. Sebab, banjir yang datang dengan tiba-tiba kerap menyebabkan barang-barang elektronik miliknya rusak jika tidak segera dievakuasi. Peralatan elektronik seperti kulkas, televisi, dan magic com, rusak akibat terendam air.

Sementara itu, sehari pasca banjir Bupati Abdullah Azwar Anas mengunjungi para korban bencana banjir, di Gang Sawo, Dusun Maduran, Desa/Kecamatan Rogojampi. Sebelum meninjau dan bertemu langsung dengan warga yang rumahnya terendam banjir, Bupati Anas juga menyempatkan menunaikan salat Jumat di Masjid Besar Baiturrohiem Rogojampi.

Usai melaksanakan salat Jumat, Bupati Anas bersama-sama dengan Komisioner Baznas di dampingi sejumlah pejabat langsung terjun ke lokasi terdampak banjir dengan berjalan laki. Kedatangan orang nomor satu di Pemkab Banyuwangi itu juga langsung disambut antusias sejumlah warga.

Saat tiba di lokasi, Bupati Anas langsung memberikan bantuan dari Baznas Banyuwangi kepada para korban bencana banjir. Usai memberikan sejumlah bantuan. Anas juga meninjau langsung rumah-rumah warga yang terdampak banjir.

Dalam kesémpatan itu, Anas juga banyak mendapatkan masukan, keluhan dari warga yang tinggal di perkampungan yang menjadi langganan banjir itu. “Pak Bupati semua peralatan rumah saya rusak, kasur dan peralatan lainnya terendam air,” ujar Miwanto salah seorang warga.

Tidak hanya sekadar melihat-lihat kondisi rumah warga yang terendam banjir, Anas juga menanyakan penyebab meluapnya air tersebut hingga menyebabkan banjir dan masuk ke rumah-rumah.

Anas langsung meninjau kondisi Dam Rejeng yang menjadi tempat pembagian saluran air yang mengarah ke perkampungan warga, dan ke arah pasar Rogojampi. “Ini memang siklus tahunan karena curah hujan tinggi, ditambah perubahan kondisi pola tanam yang terjadi diwilayah hulu, yakni di Kecamatan Songgon,” ungkap Anas.

Anas menjelaskan, di kawasan hulu yakni di Kecamatan Songgon, jika sebelumnya masyarakat menanam jenis tanaman pohon-pohon besar, kali ini sebagian di kawasan perkebunan mulai ada perubahan jenis tanaman pangan seperti tanaman kedelai, jagung, kacang tanah, tebu dan jenis tanaman lainnya.

Dampaknya, jika terjadi curah hujan tinggi, tumbuhan tidak mampu menampung dan menyerap air hujan secara maksimal. Efeknya, air hujan langsung mengalir turun ke permukaan sungai dan menyebabkan volume debit air meningkat drastis.

Belum lagi, kata Anas di sepadan sungai terjadi penyempitan-penyempitan yang menyebabkan aliran air terhambat. Apalagi, di kawasan gang sawo, Dusun Maduran, Desa/Kecamatan Rogojampi tersebut kontur kawasan permukiman pendudukan berada di dataran rendah, atau lebih tinggi dibanding permukaan Dam Rejeng sebagai pembagi saluran air irigasi.

“Solusi jangka pendeknya, sodetan pembuangan air yang berada di Dam Joyo akan diperbesar atau diperlebar. Sehingga, air yang mengalir ke Dam Rejeng debitnya akan berkurang,” terang Anas.

Khusus rumah-rumah yang rusak parah, dan miskin akan langsung diberikan bantuan. Mengenai adanya luapan air, segera akan dilakukan perbaikan beberapa dam dan pengerukan (normalisasi) sungai dan dam.

Yang paling parah dan turut menyumbang terjadinya banjir adalah persoalan sampah. Karena hasil tinjau lapang di lokasi banjir, terdapat bangunan pagar sampai roboh, hal itu diduga tidak hanya diterjang air, melainkan kuat dugaan ada sampah yang nyangkut.

Oleh karenanya, kesadaran masyarakat dalam membuang sampah perlu ditingkatkan, agar tidak membuang sampah langsung ke aliran sungai. “Masyarakat hendaknya bisa memahami saluran sungai itu penting ketika musim hujan. sehingga masyarakat tidak membangun seenaknya. Maka sekarang, kita buat ketentuan sepadan sungai kita perketat, minimal lima meter dari jarak sungai. Sehingga dengan begitu ke depan ada ronggalah ketika terjadi musim hujan,” pungkas Anas.

Sementara itu, Ketua Komisioner Baznas, Samsudin Adlawi mengatakan, khusus untuk para warga korban bencana banjir di Gang Sawo Dusun Maduran, Desa/Kecamatan Rogojampi itu Baznas sudah mengirimkan kebutuhan pokok untuk dimasak bersama dengan tim dapur umum taruna siaga bencana (tagana).

Tidak hanya itu, Baznas juga akan memberikan bantuan bagi rumah-rumah warga miskin yang kondisi rumahnya rusak parah, serta membantu alat-alat dapur yang hilang akibat hanyut terbawa derasnya banjir.

“Kita juga akan berikan bantuan pengecatan rumah warga yang masuk kriteria Baznas,” terang Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi itu. Usai meninjau di kawasan perkampungan yang terkena banjir di Gang Sawo, Dusun Maduran, Desa/Kecamatan Rogojampi, Bupati Anas juga menyempatkan mampir meninjau Puskesmas Gitik yang juga terendam banjir, hingga menyebabkan pelayanan kesehatan di tempat itu lumpuh saat banjir tiba. (radar)