Alihkan Hujan Cukup Pakai Pusaka Cemeti

0
4336

Sejak saat inilah Ilham sering dimintai tolong oleh orang-orang di sekitarnya untuk menjadi pawang hujan ketika ada hajatan. “Awal-awal saya menggunakan ubo rampe, kembang telon, dan kopi pahit sebagai penyanding keris pas mau menangkal hujan. Setelah itut etangga banyak yang minta bantuan,” kata Ilham.

Lambat laun, jasa Ilham tak lagi hanya digunakan untuk menangkal hujan di acara desa saja, even Banyuwangi Festixal yang sering melibatkan para pejabat juga ditanganinya. Syarat yang dilakukan pun sama, selain berdoa dia juga selalu membawa keris bliring sebagai media untuk aktivitasnya.

Dia menjelaskan jika doa kepada Tuhan yang Maha Esa tetaplah yang utama dari proses menghalau hujan yang dilakukannya. Selain menggunakan perangkat ritual, dia juga memanjatkan doa dan mantra untuk membuat cuaca menjadi cerah dan hujan tidak jatuh saat itu.

Doa ditunjukkan untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa, sedangkan mantra adalah bahasa untuk berkomunikasi dengan mahluk ghaib yang menurutnya juga perlu diajak berkomumkasi.

“Ada orang yang bilang ini musrik dan sesat, tapi ini budaya. Selain itu, ibarat kita dan mahluk ghaib itu adalah sama-sama penghuni di dunia ini, kita juga perlu berkomunikasi dengan mereka selain juga tetap berdoa,” jelasnya.

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | ... | 2 |3 | 4 | ... | Next → | Last

Baca :
Peduli Warga Terdampak Covid-19, Kapolresta Banyuwangi Bagikan Ratusan Paket Sembako