Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Bakal Disambung Hingga Tulungagung, Proyek Tol Malang–Kepanjen Masih Tahap Studi Kelayakan

bakal-disambung-hingga-tulungagung,-proyek-tol-malang–kepanjen-masih-tahap-studi-kelayakan
Bakal Disambung Hingga Tulungagung, Proyek Tol Malang–Kepanjen Masih Tahap Studi Kelayakan

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Rencana pembangunan Jalan Tol Malang–Kepanjen terus diupayakan oleh pemerintah pusat dan daerah.

Hingga saat ini, proyek tol yang akan menyambung Exit Tol Madyopuro, Kota Malang, dengan ibu kota Kabupaten Malang di Kepanjen tersebut masih berada dalam tahap feasibility study (FS) atau studi kelayakan.

Di saat yang sama, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) juga memiliki rencana jangka panjang untuk menghubungkan Kepanjen dengan Kabupaten Tulungagung melalui jaringan jalan tol.

Namun, realisasi proyek lanjutan tersebut dipastikan belum akan dilakukan dalam waktu dekat.

Masuk Proyek Strategis Nasional

Sebagaimana telah diberitakan Jawa Pos Radar Malang, Tol Malang–Kepanjen masuk dalam program prioritas nasional.

Proyek ini tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Sejumlah Wilayah Indonesia.

Selain itu, proyek strategis tersebut juga telah dimasukkan dalam dokumen perencanaan daerah, yakni Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Malang 2025–2029 serta Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Malang 2025–2045.

Keberadaan tol ini dinilai penting untuk meningkatkan konektivitas wilayah Malang Raya, mempercepat distribusi logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah selatan Jawa Timur.

Akan Tersambung Hingga Tulungagung

Sekretaris Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU, Ni Komang Rasminiati, menjelaskan bahwa ruas Tol Malang–Kepanjen ke depan tidak berdiri sendiri.

Tol tersebut dirancang menjadi bagian dari jaringan jalan tol yang lebih luas.

“Nanti, dari ruas Pandaan–Malang–Kepanjen juga akan tersambung dengan rencana pembangunan Tol Tulungagung–Kepanjen,” terang Komang.

Meski demikian, Komang menegaskan bahwa rencana sambungan ke Tulungagung masih berada pada tahap perencanaan makro dan belum masuk agenda eksekusi jangka pendek.

Panjang 29,72 Kilometer, Lima Seksi

BPJT telah menetapkan bahwa Tol Malang–Kepanjen akan memiliki panjang total 29,72 kilometer.

Pembangunan tol ini akan dibagi menjadi lima seksi, dengan satu simpang utama dan empat interchange.


Page 2

“Pertama junction Sawojajar, lalu diikuti empat interchange di Kedungkandang, Pakisaji, Gondanglegi, dan Kromengan. Yang di Kromengan akan terkoneksi langsung dengan jalan nasional,” papar Komang.

Dengan skema tersebut, tol ini diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas di jalur arteri Malang–Kepanjen yang selama ini menjadi salah satu titik kemacetan utama, terutama pada jam sibuk dan musim liburan.

Tol Kepanjen–Tulungagung Masuk Rencana Jangka Panjang

Sementara itu, rencana pembangunan Tol Kepanjen–Tulungagung telah tercantum dalam Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 367/KPTS/M/2023 tentang Rencana Umum Jaringan Jalan Nasional Tahun 2020–2040.

Dalam dokumen tersebut, Tol Kepanjen–Tulungagung menjadi bagian dari jaringan tol lintas selatan Jawa yang menghubungkan Yogyakarta–Pacitan–Trenggalek–Lumajang.

“Indikasi penanganannya pada tahun 2035 sampai 2039,” imbuh Komang, menandakan bahwa proyek tersebut masih berada dalam horizon pembangunan jangka panjang.

Pemkab Malang Fokus Rampungkan FS

Di sisi lain, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Malang, Tommie Herawanto, mengaku belum mendapatkan informasi detail terkait rencana pemerintah pusat untuk menyambungkan Tol Malang–Kepanjen hingga Tulungagung.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Malang masih memusatkan perhatian pada proyek utama Tol Malang–Kepanjen yang masih dalam tahap studi kelayakan.

“Dari pemerintah pusat memperkirakan proses FS itu rampung pada pertengahan 2026 ini. Setelah itu selesai, kami bisa memproyeksikan untuk pembebasan tanahnya,” ujar Tommie.

Tahap pembebasan lahan menjadi salah satu kunci percepatan proyek, mengingat pengalaman sejumlah proyek infrastruktur menunjukkan bahwa proses tersebut kerap memakan waktu panjang.

Harapan Dorong Pertumbuhan Wilayah Selatan

Keberadaan Tol Malang–Kepanjen diharapkan menjadi pengungkit utama pembangunan di wilayah selatan Kabupaten Malang.

Akses yang lebih cepat dan efisien diyakini mampu meningkatkan investasi, pariwisata, serta mobilitas masyarakat.

Meski masih dalam tahap perencanaan, pemerintah pusat dan daerah optimistis proyek ini dapat menjadi tulang punggung konektivitas baru di Jawa Timur, sekaligus membuka peluang integrasi dengan jaringan tol lintas selatan di masa mendatang. (*)


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Rencana pembangunan Jalan Tol Malang–Kepanjen terus diupayakan oleh pemerintah pusat dan daerah.

Hingga saat ini, proyek tol yang akan menyambung Exit Tol Madyopuro, Kota Malang, dengan ibu kota Kabupaten Malang di Kepanjen tersebut masih berada dalam tahap feasibility study (FS) atau studi kelayakan.

Di saat yang sama, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) juga memiliki rencana jangka panjang untuk menghubungkan Kepanjen dengan Kabupaten Tulungagung melalui jaringan jalan tol.

Namun, realisasi proyek lanjutan tersebut dipastikan belum akan dilakukan dalam waktu dekat.

Masuk Proyek Strategis Nasional

Sebagaimana telah diberitakan Jawa Pos Radar Malang, Tol Malang–Kepanjen masuk dalam program prioritas nasional.

Proyek ini tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Sejumlah Wilayah Indonesia.

Selain itu, proyek strategis tersebut juga telah dimasukkan dalam dokumen perencanaan daerah, yakni Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Malang 2025–2029 serta Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Malang 2025–2045.

Keberadaan tol ini dinilai penting untuk meningkatkan konektivitas wilayah Malang Raya, mempercepat distribusi logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah selatan Jawa Timur.

Akan Tersambung Hingga Tulungagung

Sekretaris Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU, Ni Komang Rasminiati, menjelaskan bahwa ruas Tol Malang–Kepanjen ke depan tidak berdiri sendiri.

Tol tersebut dirancang menjadi bagian dari jaringan jalan tol yang lebih luas.

“Nanti, dari ruas Pandaan–Malang–Kepanjen juga akan tersambung dengan rencana pembangunan Tol Tulungagung–Kepanjen,” terang Komang.

Meski demikian, Komang menegaskan bahwa rencana sambungan ke Tulungagung masih berada pada tahap perencanaan makro dan belum masuk agenda eksekusi jangka pendek.

Panjang 29,72 Kilometer, Lima Seksi

BPJT telah menetapkan bahwa Tol Malang–Kepanjen akan memiliki panjang total 29,72 kilometer.

Pembangunan tol ini akan dibagi menjadi lima seksi, dengan satu simpang utama dan empat interchange.