Banyuwangi, Jurnalnews.com – BUMDes Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, kembali diterpa kabar buruk. Satu ekor sapi milik unit usaha peternakan BUMDes yang merupakan bagian dari Program Ketahanan Pangan Tahun 2025, dilaporkan mati mendadak pada Selasa petang (3/2/2026), sekira pukul 17.00 WIB.
Kematian sapi tersebut mengurangi jumlah ternak program ketahanan pangan desa dari semula empat ekor dan memicu keprihatinan banyak pihak, mengingat sapi tersebut merupakan salah satu aset terbaik milik BUMDes.
Pj Kepala Desa Bengkak, Suryanto, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa sapi sebelumnya sempat mengalami sakit dan telah mendapat penanganan dari mantri hewan.
“Sapi itu memang sempat sakit, sudah disuntik mantri hewan, kondisinya sempat membaik, sudah mau makan. Tapi entah kenapa, Selasa sore kemarin tiba-tiba mati,” ujar Suryanto saat dikonfirmasi Jurnalnews di kantornya. Rabu, 4 Februari 2026.
Kabar duka itu baru diterima secara resmi oleh pihak desa pada malam harinya. Sekitar pukul 21.00 WIB, Ketua BUMDes mendatangi rumah Pj Kepala Desa untuk menyampaikan informasi tersebut.
“Saya terkejut saat Ketua BUMDes datang ke rumah dan memberitahu sapi itu mati. Padahal itu sapi paling bagus, nilainya sekitar Rp28 juta,” imbuhnya.
Peristiwa ini terjadi di tengah situasi internal BUMDes Bengkak yang sedang memanas. Saat ini, pengurus BUMDes tengah dinantikan laporan pertanggungjawaban (LPJ) dalam agenda Musyawarah Desa (Musdes) yang direncanakan sekaligus dengan agenda reformasi dan pembentukan pengurus baru.
Sebelumnya, Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) yang digelar Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bengkak pada Kamis (29/1/2026) telah menyepakati dua keputusan penting, yakni:
Pelaksanaan Musdes pembentukan pengurus BUMDes baru dan Permintaan laporan pertanggungjawaban pengurus BUMDes saat ini.
Musibah kematian sapi ini pun semakin menambah sorotan publik terhadap tata kelola, pengawasan, serta keberlangsungan program ketahanan pangan BUMDes Bengkak, yang kini berada di persimpangan antara evaluasi, pembenahan, dan tuntutan transparansi. (Venus Hadi)








