Dihadiri Mira Lesmana, Festival Film Banyuwangi Bertebaran Tema Lokal

0
263

“Para sineas muda hendaknya mengangkat ide cerita dari lokal, yang ada di lingkungan sekitarnya. Karena dengan ini akan menghasilkan keunikan dan karya yang berbeda dengan sineas lainnya,” papar istri actor Mathias Muchus ini.

Justru cerita film bagus itu yang unik dan semakin lokal. Bahkan film yang mendunia, dan bisa dihargai di banyak tempat, datangnya dari Meksiko, Prancis.

“Film tidak melulu hanya untuk sisi komersial tapi mempunyai peran di tempat-tempat yang lain dan tetap bisa sukses,” imbuhnya.

Salah satu peserta yang mendapat penilaian dari Mira adalah film Jaler (lelaki), karya Lutfi Masduki yang tergabung dalam tim Qmen Crew.

Film yang memenangkan festival ini, mengisahkan tentang keresahan Ghani, seorang remaja pria yang tumbuh menjadi pribadi feminin setelah ibunya meninggal. Konflik muncul ketika paman Ghani, melihat dia sering belajar menjadi pemain Gandrung. Ternyata sisi femininnya muncul karena roh ibundanya yang merasuki diri Ghani. Semasa hidupnya, ibunda Ghani adalah penari Gandrung.

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | 1 |2 | 3 | ... | Next → | Last

Baca :
Bupati Anas Resmikan Kantor Baru Pengadilan Agama Banyuwangi