The Latest Collection of News About Banyuwangi
English VersionIndonesian

Wih, Banyuwangi Will Apply AI Technology For Road Repair Management

TIMES BANYUANGI, BANYUWANGI – Mendukung pengembangan Smart Kampung, Kementerian Agraria, infrastructure, Transportasi, dan Pariwisata atau Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism (MLIT) Jepang membantu pengembangan teknologi infrastruktur Road Manager (manajemen infrastruktur jalan) from Banyuwangi.

Hal itu disampaikan Direktur Proyek Pacific Consultants, Hidetoshi Tamaoka selaku konsultan dari MLIT saat bertemu dengan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, pekan lalu di Banyuwangi.

MLIT telah melakukan studi ke Banyuwangi sejak tahun lalu karena tertarik dengan pengembangan Smart Kampung. Selama melakukan studi di Banyuwangi, MLIT tertarik untuk mendukung pengembangan teknologi manajemen pemeliharaan jalan.

Terima kasih kepada pemerintah Jepang dan Kementrian Dalam Negeri yang turut memfasilitasi kerjasama ini. Hal ini akan sangat membantu kami dalam penataan dan pemantauan kondisi jalan di Banyuwangi,” said Ipuk.

Road Manager merupakan teknologi menganalisis dan melakukan pengecekan jalan secara cepat melalui alat yang dipasang khusus pada armada yang digunakan untuk pengecekan jalan.

Ipuk-Fiestiandani-4.jpg

Selama ini pemantauan jalan dilakukan secara manual dengan dibantu petugas yang keliling melakukan pengecekan kondisi jalan.

“With Road Manager this, sangat membantu dalam pemantauan jalan mengingat panjang jalan di wilayah Banyuwangi merupakan yang terpanjang di Jawa Timur, dengan panjang jalan mencapai hampir 3.000 kilometer. Ini akan membuat efisien kerja pemantauan jalan, baik dari sisi waktu maupun biayajelas Ipuk.

Penerapan sistem monitoring dengan memanfaatkan teknologi AI (artificial intellegence) ini telah diujicobakan di sejumlah ruas jalan Banyuwangi oleh tim dari Jepang.

“Kami ingin memanfaatkan teknologi yang ada di Jepang untuk mensupport Banyuwangi. Tentu disesuaikan dengan kondisi yang ada di sini. Nanti kita akan terus melakukan perbaikan, dengan menyesuaikan kondisi yang ada di Banyuwangi,” kata Hidetoshi Tamaoka.

Besides that, pemerintah negeri Sakura tersebut juga akan membantu Banyuwangi dalam pengembangan program Bike Sharing. Bike Sharing merupakan konsep penggunaan sepeda oleh masyarakat dengan menyewa di stasiun bike sharing. Bike sharing bertujuan agar warga menjadikan sepeda sebagai transportasi utama.

“Kami juga sudah menggelar workshop sekaligus menjajal rute bersepeda di wilayah Banyuwangi. Juga bertemu langsung dengan para stakeholder komunitas pesepeda untuk memetakan rutenya,” kata Tamaoka.

Rute yang diujicobakan adalah rute keliling kota dan rute di seputar Desa Sukojati, District of Kabat. Mereka mengaku sangat tertarik dengan rute yang ditawarkan Banyuwangi, khususnya yang di Desa Sukojati.

“Sangat menarik, karena spot-spot pemberhentiannya menawarkan kekhasan lokal. Ada lokasi home industri batik, industri rumahan krupuk dan gula aren, juga sawah-sawah yang terbentang. Ini sangat diminati pelancong,” kata Tamaoka.

“Ke depan, program ini nantinya akan terintegrasi dalam Smart Kampung,” he added.

Terkait program Bike Sharing this, ditambahkan Ipuk akan meningkatkan pariwisata daerah.

Wisatawan akan menemukan experience baru menjelajah Banyuwangi dengan cara baru, bersepeda. Apalagi selama ini Banyuwangi telah dikenal menjadi surganya para pesepeda,” pungkas Ipuk. (*)

herald : Laila Yasmin (MG-416)
Editor : Faizal R Arief

source