Wajah terasa jauh lebih bersih dan lembut sepanjang hari dengan busa melimpah dari Senka.
Cek Disini 👉 https://byek.link/mrU59dSi
Mumpung ada promo Buy 2 Get 3 yang sayang banget kalau dilewatkan karena kuota hadiahnya terbatas setiap hari.
—————————————————————————————————-
Semangat gotong royong warga Sidowangi dan Dusun Badolan, Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, mengalir deras dalam pembangunan jembatan penghubung dua wilayah yang dikerjakan secara swadaya. Hingga kini, dana yang terkumpul telah mencapai sekitar Rp235 juta, di luar bantuan material seperti pasir, batu, dan semen.
Pembangunan jembatan di perbatasan Desa Sidowangi dan Desa Bajulmati itu berawal dari kondisi bangunan lama yang sudah rusak. Jembatan tersebut sebelumnya dibangun dari kayu lalu diganti menjadi beton secara swadaya warga. Namun, seiring waktu, konstruksinya kembali mengalami kerusakan dan belum mendapat perbaikan dari pemerintah.
Melihat kondisi itu, tokoh masyarakat bersama Kepala Desa Sidowangi Muansin menggelar musyawarah untuk mencari solusi agar jembatan tidak menelan korban. Sekitar 200 warga kemudian diundang ke balai desa untuk membentuk panitia pembangunan.
Dalam pertemuan tersebut, disepakati iuran Rp100 ribu per kepala keluarga. Dari langkah itu terkumpul lebih dari Rp30 juta sebagai modal awal pengerjaan. Pembangunan jembatan berukuran lebar 5 meter dan panjang 12 meter itu dimulai pada 3 Juni.
Selama proses berlangsung, panitia juga membuka kotak amal di lokasi jembatan. Cara ini dilakukan agar warga yang melintas tetap bisa ikut menyumbang meski akses jalan masih digunakan. Selama 75 hari, donasi dari kotak amal mencapai Rp184 juta.
Selain itu, warga Dusun Badolan menyumbang Rp2,5 juta dari kegiatan khotmil Qurβan, sementara warga Sidowangi menambahkan Rp18,6 juta dari kegiatan serupa. Total sementara dana tunai yang terkumpul pun menembus sekitar Rp235 juta.
Muansin mengatakan, pembangunan memasuki tahap penting saat warga bergotong royong melakukan pengecoran lantai jembatan pada Rabu 19 Agustus. Setelah cor mengering, pekerjaan dilanjutkan dengan pemasangan pagar dan lampu penerangan.
Ia menambahkan, pengerjaan tidak hanya dilakukan tukang, tetapi juga melibatkan warga dari Sidowangi dan Dusun Badolan yang datang membantu setiap hari. Selama ini, jembatan tersebut menjadi akses vital bagi mobilitas warga kedua wilayah.
Untuk sementara, jembatan masih ditutup total bagi kendaraan roda empat. Jika tidak ada kendala, jembatan ditargetkan kembali dibuka normal pada pertengahan September, bertepatan dengan selamatan dan syukuran bersama warga.
#GotongRoyong #Sidowangi #Bajulmati #Wongsorejo #Banyuwangi #JembatanDesa #SwadayaWarga #InfrastrukturDesa #Muansin





