Green Recycle Fashion Week Gratis

0
4635

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Chusnul Hotimah mengatakan, selama penilaian kostum, panitia dan dewan juri sangat jeli meneliti  bahan yang digunakan oleh para  peserta. Pemilihan dewan juri  dari luar daerah tersebut merupakan salah satu upaya panitia untuk menilai kostum agar lebih  obyektif.

“Jadi, mohon maaf tidak  ada istilah pemenang atau juara titipan,” ungkapnya. Karya para peserta akan dinilai  oleh dewan juri yang sangat berkompeten di bidangnya dengan sangat serius dan detail. Sehingga,  para pemenang yang terpilih,  dipastikan mereka yang memanfaatkan bahan bekas daur ulang sebagai gaun malam yang betul-betul berkualitas.

“Ada empat kriteria penilaian, yaitu keindahan motif, originalitas atau keaslian  ide, kreativitas, ketepatan dalam memadukan bahan, serta prosentase bahan baku,” terang Husnul.  Gelaran Festival Green and  Recycle Fashion Week 2017 ini  mengusung tema Paper Mixed Plastic.

Sehingga, fashion yang ditampilkan harus memenuhi kriteria yang ditetapkan, yakni  terdiri atas 40 persen kertas, 40 persen plastik, dan 20 persen bahan lain. Untuk kertas bisa dari kertas koran, majalah, atau kertas lainnya. Untuk plastik bisa  dari limbah kemasan shampo,  gelas, botol minuman, sedotan plastik, tas plastik warna warni, bungkus minuman kopi, bungkus  sabun cuci, bungkus cokelat  hingga tutup air mineral.

Selain bahan, jenis fashion yang akan ditampilkan pun sudah ditentukan. Kali ini, peserta harus fokus pada pemanfaatan kertas  dan plastik untuk mendesain  sebuah gaun malam yang unik  dan menarik. “Namanya gaun malam ya harus terkesan glamor dan elegan meskipun terbuat  dari bahan daur ulang.

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | 1 |2 | 3 | ... | Next → | Last

Baca :
Angka Perceraian di Banyuwangi Lahirkan Ratusan Janda Baru Setiap Bulan