Menikmati manisnya minuman favorit kini tak perlu khawatir lagi soal gula berlebih.
Cek Disini 👉 https://byek.link/6tWUPDu
Beeru Stevia hadir dalam kemasan praktis yang mudah dibawa ke mana saja untuk menemani gaya hidup sehatmu setiap hari.
—————————————————————————————————-
Kebakaran lahan ilalang di Kawah Wurung, Bondowoso, membuat kawasan Ijen di Banyuwangi meningkatkan kewaspadaan. Meski api masih berada di wilayah Perhutani KPH Bondowoso, pengawasan diperketat karena lokasi kebakaran berbatasan langsung dengan kawasan konservasi BKSDA.
Api dilaporkan muncul pada Rabu, 26 Agustus 2026, sekitar pukul 18.30 WIB di petak 91D dan D. Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare. Kondisi ini membuat petugas di wilayah Ijen bergerak cepat untuk mencegah api merambat ke arah Banyuwangi.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah 5 Banyuwangi, Noviyani Utami, mengatakan pihaknya tetap memantau pergerakan api meski titik kebakaran berada di luar wilayah kewenangan BKSDA. Pengawasan dilakukan ketat karena area terdampak berada di batas kawasan konservasi.
Pemantauan titik panas kini dilakukan tiga kali sehari melalui aplikasi pemantauan kebakaran hutan. Data dari sistem itu dipakai petugas untuk membaca perkembangan situasi dan menentukan langkah antisipasi di lapangan.
Selain memantau secara digital, petugas juga melakukan patroli rutin di kawasan rawan. Pengawasan melibatkan unsur gabungan serta masyarakat sekitar. BKSDA turut menggandeng Himpunan Pramuwisata Indonesia dan mitra pariwisata lokal agar pengawasan di lapangan lebih luas.
Di Kecamatan Licin, jalur komunikasi darurat juga diaktifkan. Koordinasi melibatkan pihak kecamatan, BKSDA, TNI, dan Polri untuk mempercepat penyampaian informasi jika kondisi berubah. Skema ini disiapkan agar petugas di lapangan bisa segera bergerak bila api mendekati kawasan konservasi.
Peralatan pemadam kebakaran hutan dan lahan juga disiagakan di Paltuding, pintu masuk utama menuju kawasan wisata Kawah Ijen. Perlengkapan itu disiapkan untuk merespons cepat jika muncul titik api baru di area yang berada dalam pengawasan BKSDA.
Noviyani menegaskan patroli dilakukan bukan hanya untuk mengantisipasi kebakaran, tetapi juga untuk mengawasi potensi tindak pidana kehutanan di kawasan konservasi. Dengan begitu, pengawasan tetap berjalan meski ancaman api mereda.
Kebakaran di Kawah Wurung menjadi peringatan bahwa ancaman karhutla di wilayah pegunungan dapat berdampak lintas batas administratif. Karena itu, BKSDA memilih langkah deteksi dini, patroli rutin, koordinasi lintas sektor, dan kesiapan pemadaman sebagai respons utama.
#KawahWurung #Bondowoso #Ijen #Banyuwangi #KebakaranHutan #Karhutla #BKSDA #Paltuding #Perhutani





