Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia
News  

Kemacetan Parah di Pelabuhan Ketapang: Antrean Truk Mengular Menuju Terminal Sritanjung

Kemacetan Parah di Pelabuhan Ketapang: Antrean Truk Mengular Menuju Terminal Sritanjung
Kemacetan Parah di Pelabuhan Ketapang: Antrean Truk Mengular Menuju Terminal Sritanjung

Mainkan game PS5 kesayangan kamu dengan lebih santai di mana saja tanpa harus terpaku di depan layar TV.

Cek Disini 👉 https://byek.link/b9DIZR2

Sony PlayStation Portal Remote Player White hadir untuk memberikan pengalaman gaming yang lebih praktis dan fleksibel untuk kamu.
—————————————————————————————————-

Antrean truk logistik dan kendaraan pribadi kembali mengular dari kawasan utara Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, hingga Terminal Sritanjung pada Selasa, 1 September 2026. Kemacetan di jalur utama Jawa–Bali itu dipicu penurunan kapasitas penyeberangan akibat perbaikan Dermaga Movable Bridge 2 di Pelabuhan Gilimanuk. Kondisi ini diperkirakan masih berulang hingga akhir November atau awal Desember.

Kasi Status Hukum dan Sertifikasi Kapal KSOP Tanjungwangi, Widodo, menjelaskan perbaikan dermaga di Gilimanuk membuat kapasitas layanan di sisi Bali berkurang. Pada saat yang sama, volume truk logistik justru meningkat dalam tiga hari terakhir.

Dermaga MB 2 Gilimanuk masih dalam perbaikan sampai akhir November atau awal Desember. Ketika satu dermaga tidak beroperasi, dampaknya langsung terasa di lintasan penyeberangan, kata Widodo.

Masalah tidak hanya muncul dari antrean kendaraan, tetapi juga dari ketidakseimbangan kapasitas antara Ketapang dan Gilimanuk. Saat normal, Ketapang mengoperasikan sembilan dermaga, sedangkan Gilimanuk memiliki tujuh dermaga. Ketika satu dermaga di Gilimanuk berhenti beroperasi, kemampuan menyeberangkan kendaraan otomatis turun.

Dampaknya menjalar ke Banyuwangi karena kendaraan yang hendak menuju Bali tidak segera terangkut. Di sisi lain, Pelabuhan Tanjungwangi yang berada tidak jauh dari Ketapang juga tengah menerima peningkatan muatan truk logistik tujuan Lombok.

Tiga kapal penyeberangan yang dioperasikan penuh belum mampu sepenuhnya mengurai penumpukan kendaraan. Sebagian besar truk memang masih tertampung di dalam area pelabuhan dan buffer zone, tetapi tingginya arus membuat sebagian kendaraan meluber hingga ke tepi jalan raya.

Berdasarkan analisis data KSOP Tanjungwangi, kepadatan dari arah Banyuwangi biasanya mulai naik sekitar pukul 15.00 WIB hingga malam. Pada jam itu, arus kendaraan dari Banyuwangi bertemu dengan kendaraan penumpang dari Bali yang baru tiba di Ketapang dan melanjutkan perjalanan darat menuju Surabaya.

Dari arah Gilimanuk menuju Jawa, kepadatan mulai tampak sejak sekitar pukul 13.00 WIB dan berlangsung hingga malam. Pola ini membuat tekanan terhadap kapasitas jalan dan area tunggu pelabuhan semakin besar.

Lonjakan kendaraan pada awal September juga disebut berkaitan dengan efek domino pembatasan operasional truk pada pekan sebelumnya. Ghofur, sopir truk logistik rute Jakarta–Bali, mengatakan armadanya sempat tertahan saat pembatasan diberlakukan bersamaan dengan kunjungan Presiden ke Bali pekan lalu.

Begitu jalur penyeberangan kembali normal, volume truk yang sempat tertahan bergerak bersamaan menuju pelabuhan. Saya membawa barang elektronik dan sempat tertunda lama, ujar Ghofur.

Ia mengaku sudah tiba di Banyuwangi sejak pagi, namun baru bisa masuk ke kantong parkir pelabuhan sekitar tengah hari. Kepadatan membuat waktu tunggunya menjadi jauh lebih panjang dari biasanya.

Kondisi ini menunjukkan jalur penyeberangan Ketapang–Gilimanuk sangat sensitif terhadap perubahan kapasitas dermaga dan lonjakan volume kendaraan. Satu fasilitas yang tidak beroperasi saja sudah cukup memicu antrean hingga keluar kawasan pelabuhan.

Selama perbaikan MB 2 Gilimanuk belum selesai, potensi kepadatan masih terbuka di jalur Jawa–Bali, terutama pada jam-jam puncak dan saat arus logistik meningkat.

#Ketapang #Gilimanuk #Banyuwangi #AntreanTruk #Kemacetan #PelabuhanKetapang #DermagaGilimanuk #LogistikJawaBali #TransportasiPenyeberangan