Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia
News  

Menelusuri Jejak Sejarah Perkebunan Kolonial di Balik Penamaan Eropa Glenmore Banyuwangi

Menelusuri Jejak Sejarah Perkebunan Kolonial di Balik Penamaan Eropa Glenmore Banyuwangi
Menelusuri Jejak Sejarah Perkebunan Kolonial di Balik Penamaan Eropa Glenmore Banyuwangi

Dapur rapi kini lebih mudah diwujudkan tanpa perlu repot rakit rak yang memakan banyak tempat.

Cek Disini 👉 https://byek.link/B1YYkabb

Rak iSPECLE ini sangat praktis untuk menyimpan microwave dan perlengkapan lainnya karena bisa dilipat serta mudah dipindahkan berkat fitur roda dan keranjang serbagunanya.
—————————————————————————————————-

Glenmore di Banyuwangi menjadi salah satu wilayah yang menarik perhatian karena namanya bernuansa Eropa dan memiliki sejarah panjang sebagai kawasan perkebunan sejak masa kolonial. Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur ini kini dikenal sebagai wilayah hijau dengan lanskap perbukitan, perkebunan, dan jejak industri masa lalu yang masih terasa hingga sekarang.

Nama Glenmore disebut berasal dari bahasa Gaelik atau Skotlandia. Glen berarti lembah, sedangkan more bermakna besar atau luas. Penamaan itu berkaitan dengan keberadaan pengusaha perkebunan asal Eropa yang pernah mengelola kawasan tersebut pada masa lalu.

Sejarah perkebunan menjadi identitas utama Glenmore. Wilayah ini berkembang dengan komoditas seperti kopi, karet, dan kakao. Hingga kini, suasana perkebunan masih melekat kuat dan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang ke kawasan ini.

Selain nilai sejarah, Glenmore juga unggul dari sisi geografis. Kawasan ini berada dekat lereng Gunung Raung sehingga menawarkan pemandangan perbukitan dan hamparan hijau yang luas. Kondisi tersebut membuat Glenmore cocok dikunjungi wisatawan yang ingin menikmati alam sekaligus mempelajari sejarah perkebunan.

Salah satu tujuan yang dapat dikunjungi adalah kawasan perkebunan seperti Doesoen Kakao. Di tempat seperti ini, wisatawan bisa melihat proses pengolahan hasil perkebunan, terutama kakao dan cokelat. Beberapa lokasi juga menawarkan pengalaman edukasi dengan menelusuri area perkebunan dan melihat peninggalan sejarah di sekitarnya.

Jejak industri perkebunan lama masih dapat ditemukan dalam bentuk bangunan tua, fasilitas produksi, dan mesin-mesin peninggalan masa lalu. Semua itu menjadi bukti bahwa Glenmore tidak hanya menyimpan pemandangan alam, tetapi juga sejarah ekonomi yang panjang.

Bagi wisatawan yang datang menggunakan kereta api, Stasiun Glenmore dapat menjadi akses menuju kawasan ini. Setelah tiba, perjalanan bisa dilanjutkan ke berbagai destinasi perkebunan dan objek wisata di sekitarnya.

Karena Glenmore merupakan wilayah kecamatan, pengunjung tidak dikenakan tiket masuk untuk memasuki areanya. Biaya baru muncul jika wisatawan masuk ke destinasi tertentu, menggunakan transportasi, atau menginap. Tiket wisata perkebunan umumnya berada di kisaran Rp5.000 hingga Rp15.000 per orang, tergantung lokasi dan aktivitas yang dipilih.

Dengan perpaduan sejarah, perkebunan, dan lanskap pegunungan, Glenmore menghadirkan sisi Banyuwangi yang berbeda dari destinasi pantai yang selama ini lebih populer.

#GlenmoreBanyuwangi #Banyuwangi #JawaTimur #WisataBanyuwangi #WisataPerkebunan #SejarahKolonial #WisataAlam #TravelIndonesia #DoesoenKakao