Pilih Main Tarkam asal Dapur Tetap Ngebul

0
1761

Meski terpaksa harus turun kelas dari pemain profesional menjadi pemain kelas kampung, Nanda mengaku tidak risau dengan apa yang dijalaninya. Dia juga mengaku enggan jika harus protes dengan nasibnya sebagai pemain profesional.

Loading...

Selama ini kontribusinya masih belum maksimal untuk Banyuwangi sehingga tidak pantas baginya jika harus menuntut lebih jauh kepada pemerintah. “Nanti kalau saya sudah bisa membawa Perswwangi juara baru saya bisa minta. Kalau sekarang, masih belum apa-apa. Jadi nasib seperti ini sudah cukup bagus bagi kami, yang penting bisa terus main bola,” ucapnya.

Nasib yang sama rupanya juga dialami defender PFC, Deeky Rolias. Kepada JP-RaBa, pria 28 tahun itu menceritakan jika aktivitasnya lebih banyak di rumah ketika Persewangi FC tidak bermain di kompetisi seperti saat ini. Selain itu, dia pergi ke luar kota untuk mengikuti Liga Tarkam.

“Kalau d Banyuwangi kita mulai kesulitan, karena Askab mulai memutar kompetisi. Dan pemain profesional tidak bisa sembarangan main. Apalagi ada kelompok usia. Jadi kita main ke luar kota, ya tetap ikut liga tarkam,” terang wakil kapten Persewangi itu.

Yang paling baru, Decky mengaku pernah mengikuti Liga Tarkam di Kepulauan Sepudi, Madura. Saat itu ada perwakilan dari tim di Sepudi yang meminta tiga pemain untuk di bon oleh mereka.

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | ... | 2 |3 | 4 | ... | Next → | Last