Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia
News  

Polisi Diminta Evaluasi Penyelenggaraan Sound Horeg Pasca Tewasnya Tiga Warga di Jawa Timur

Polisi Diminta Evaluasi Penyelenggaraan Sound Horeg Pasca Tewasnya Tiga Warga di Jawa Timur
Polisi Diminta Evaluasi Penyelenggaraan Sound Horeg Pasca Tewasnya Tiga Warga di Jawa Timur

Bikin tampilan harian kamu jadi lebih manis dan elegan dengan sentuhan vest brukat tali premium ini.

Cek Disini 👉 https://byek.link/PVW2a

Outer rompi brukat ini sangat mudah dipadukan dengan berbagai outfit favoritmu untuk gaya formal maupun santai.
—————————————————————————————————-

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta Polri mengevaluasi pelaksanaan acara sound horeg setelah rangkaian insiden di Jawa Timur menewaskan tiga orang sepanjang Agustus 2026. Ia menegaskan kegiatan yang diklaim sebagai bagian dari budaya tidak boleh dibiarkan mengorbankan keselamatan warga.

Sahroni mengatakan kepolisian harus menelusuri kemungkinan kelalaian dalam pelaksanaan acara tersebut. Menurut dia, langkah tegas perlu diambil agar kejadian serupa tidak terulang.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat dan penyelenggara tidak menormalisasi kegiatan yang berujung pada hilangnya nyawa. Sahroni menilai tradisi tetap bisa dihormati, tetapi keselamatan publik harus menjadi prioritas.

Di Jawa Timur, sedikitnya tiga orang dilaporkan tewas dalam peristiwa yang berkaitan dengan parade sound horeg selama Agustus 2026. Korban terdiri dari kru, peserta, hingga warga yang berada di sekitar lokasi kegiatan.

Korban pertama adalah SN, 29 tahun, kru sound horeg di Jember, yang meninggal setelah kepalanya terbentur gapura saat berada di atas truk pengangkut perangkat sound system. Peristiwa itu terjadi saat rombongan pulang usai karnaval di Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, pada 2 Agustus.

Korban kedua adalah Bonari, 44 tahun, warga Banyuwangi, yang meninggal saat mengikuti karnaval sound horeg di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran, pada 23 Agustus. Ia diduga mengalami serangan jantung setelah sempat mengonsumsi minuman keras jenis arak. Setelah berjalan sekitar satu kilometer mengikuti rombongan, ia tiba-tiba terjatuh dan meninggal di puskesmas.

Korban ketiga adalah Slamet Timbang, 57 tahun, warga Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang, Jember. Ia meninggal setelah tertimpa kanopi dan tembok apotek saat mengantar istrinya membeli obat pada 29 Agustus, ketika karnaval dan parade sound horeg sedang berlangsung di wilayah itu.

#soundhoreg #ahmadsahroni #dpr #polri #jatim #jember #banyuwangi #jombang #beritaterkini